PURWOYOSO– Sebanyak 13 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di PT Trisakti Mustika Graphika (TMG), Senin (19/5) kemarin. Perusahaan yang bergerak di bidang security printing, hologram, label printing, serta smartcard technology itu terletak di Jalan Prof Dr Hamka No 9, Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan, Semarang. Penggeledahan tersebut dilakukan terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP yang melibatkan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, sebagai tersangka.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi saat dihubungi lewat telepon membenarkan jika sejak Senin sekitar pukul 10.00 kemarin, sejumlah petugas KPK melakukan penggeledahan. Hal itu dilakukan untuk mencari bukti-bukti terkait keterlibatan tersangka.
“Penggeledahan dilakukan sejak pukul 10.00 terkait dengan penyidikan pengadaan E-KTP. Sampai saat ini (pukul 20.30) saya belum mendapatkan laporan hasil dari sana,” kata Johan Budi saat dikonfirmasi wartawan.

Pantauan Radar Semarang di lapangan pada Senin (19/5) malam sekitar pukul 19.00, pabrik PT TMG tersebut terletak persis di depan kampus I IAIN Walisongo. Bangunan pabrik dibatasi dengan dinding tembok tinggi sekitar 4 meter. Karyawan silih berganti, keluar masuk gerbang pabrik. Di luar pabrik ada dua truk, yang mengangkut drum-drum tinta.
Adit, seorang sopir yang keluar dari kantor tersebut menyatakan, penggeledahan dilakukan di gedung perusahaan sebelah kiri. Ditanya apa saja yang diperiksa, ia langsung memacu mobil bernopol G 33 MI dengan kencangnya.
Hingga sekitar pukul 20.30 tadi malam, 13 penyidik KPK masih terlihat di dalam pabrik. Mereka mengenakan rompi KPK. Diketahui, penyidik menggunakan dua mobil Toyota Kijang Innova warna hitam. Awak media tidak diperbolehkan menyaksikan penyidikan tersebut.
Salah seorang karyawan PT TMG yang tidak mau disebut namanya menjelaskan, selama ini dirinya pernah  mencetak berbagai kartu. Yang dimaksud yakni seperti kartu ATM bank dan identitas karyawan. “Kalau E-KTP saya tidak tahu, saya lupa pernah bikin atau tidak. Yang jelas kami sering cetak berbagai jenis kartu,” kata dia singkat. (fai/aro)