TEMANGGUNG—Komunitas Noto Parakan Luwes (NPL) mengusulkan agar tokoh asal daerah tersebut, KH Subuki (KH Subekhi) diangkat menjadi pahlawan nasional. Ulama besar yang berjasa dalam mencetuskan perlawanan rakyat menggunakan senjata bambu runcing tersebut pantas menyandang gelar pahlawan.
“Beliau adalah tokoh yang membuat bambu runcing. Beliau mengobarkan semangat perlawanan rakyat untuk mengusir penjajah Belanda,” kata Sutrisno Murtiyoso, salah seorang sesepuh NPL.
Ia mengatakan, untuk mendapatkan informasi dan data-data mengenai ulama tersebut telah dilakukan sejak enam bulan lalu. Hasil napak tilas tersebut diketahui tokoh ulama yang menjadi nama salah satu jalan di Parakan tersebut kedudukannya sama dengan pahlawan nasional.
“Kita sudah menggelar sarasaehan dan penyerahan kewenangan dan pendatanganan ahli waris KH Subuki kepada NPL. Acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Sosial dan anggota DPRD Temanggung,” katanya.
Salah satu peran besar yang dilakukan Subuki adalah menjadi tokoh yang menginspirasi perlawanan rakyat terhadap penjajah melalui senjata bambu runcing yang ia gagas. Perlawanan yang ia gerakkan untuk mempertahankan kemerdekaan RI pada era tersebut merupakan hal yang harus dibanggakan. “KH Subuki mampu menggerakkan ratusan ribu manusia dan memberi inspirasi kepada para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” terang pria yang juga merupakan anggota Lembaga Arsitektur Sejarah Indonesia.
Ia mengatakan, dalam catatan sejarah yang ditulis oleh Syaifuddin Zuhri, Menteri Agama RI era Soekarno, memang disebutkan bahwa Subuki pada tahun 1945 – 1948 telah menerima kedatangan dan mendoakan ratusan ribu pejuang kemerdekaan dari berbagai pelosok pulau Jawa.
Binawan yang merupakan cicit Subuki sekaligus juru bicara keluarga mengatakan, pada awalnya keluarga keberatan kalau Subuki diusulkan menjadi pahlawan nasional, namun akhirnya keluarga dan keturunannya sepakat untuk mengikhlaskan. “Kami menyadari bahwa kenyataanya sekarang Simbah tidak hanya milik kami, tapi Simbah sudah menjadi milik masyarakat luas” ujarnya.
Warga Kauman Parakan Abdullah Faqih Dewantoro memberikan masukan agar Pemerintah Kabupaten Temanggung lebih meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan di luar pembangunan infrastruktur, antara lain berupa pengembangan nilai sejarah. Contohnya penghormatan terhadap tokoh-tokoh nasional yang berasal dari Temanggung, seperti Subuki, Jenderal Bambang Sugeng, Mr Roem dan lainnya.
“PC GP Asnor sangat mendukung upaya penggalian fakta sejarah, khususnya peran ulama Parakan Temanggung untuk selanjutnya dibentuk tim terpadu. Tim ini harus didukung oleh pemerintah daerah sehingga peran penting dan strategis ulama dalam mempertahankan kemerdekaan dapat terungkap dan mendapat penghargaan pahlawan nasional,” imbuh Ketua GP Ansor Temnggung, Yami Blumut. (zah/ton)