SALATIGA — Produk kuliner UMKM Kota Salatiga binaan sejumlah dinas mulai menembus pasar retail modern. Setidaknya, ada delapan jenis makanan yang berhasil menembus toko modern, dengan kemasan cukup bagus.
Produk yang dimaksud, antara lain, keripik paru, keripik cakar, keripik gembus, keripik tempe, gula kacang, makroni, kue satru, dan steak bawang. Meski begitu, masih ada belasan makanan lain yang belum memenuhi standar pasar modern.
Ketua UMKM Snack Salatiga (Saga) Alim Noto menuturkan, dari 20 jenis makanan yang diajukan ke pasar modern, baru delapan item yang disetujui. Item lainnya, masih harus memenuhi standar untuk bisa dijual di pasar modern. Seperti kemasan (packing) dan kualitas.
”Memang harus diakui, permasalahan dalam UMKM adalah sumber dayanya sendiri. Biasanya, ada UMKM yang produknya bagus jika skala kecil. Tapi, setelah dibuat dalam skala besar, kualitasnya justru menurun,” jelas pria berkacamata itu, kemarin.
Alim mengklaim, pihaknya dan pelaku UMKM di Salatiga, tidak patah arang. Mereka terus memasarkan produk makanan khas,
Caranya, dengan mengikuti pameran hingga membuka stan di sejumlah tempat wisata dan kuliner di Salatiga. Beberapa jenis makanan itu, antara lain, kedelai goreng presto, keripik cakar, keripik kulit ikan, hingga abon lele. ”Makanan yang masih menjadi primadona adalah keripik cakar dan keripik gembus. Di luar itu, ada gula kacang yang memang sudah lama dikenal.”
Wali Kota Yuliyanto mengaku senang dengan kegigihan para anggota UMKM dalam memasarkan produk, sekaligus mengenalkan nama kota kepada masyarakat luas. ”Memang kualitas harus terus ditingkatkan agar bisa bersaing dengan produk dari perusahaan besar.” (sas/isk/ce1)