MUNGKID– Meski hasil ujian nasional (unas) SMP/MTs belum diumumkan, di Kabupaten Magelang dipastikan ada 45 siswa yang tak lulus. Mereka dinyatakan gagal karena absen saat pelaksanaan ujian dan tak mengikuti susulan.       
“Mereka sudah mengundurkan diri karena sudah bekerja dan menikah,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Magelang, Mushowir, kemarin.     
Hanya saja dia mengatakan mayoritas siswa itu berasal dari SMP terbuka. Sehingga tuntutan belajar memang tak sebesar siswa reguler.
”Ada yang lebih memilih bekerja. Karena tuntutan ekonomi,” tambah dia.
Di tahun ini, unas SMP/MTs sederajat diikuti oleh 15.662 siswa. Jumlah itu terdiri dari 11.537 siswa SMP. Sementara ada 4.125 siswa dari MTs.
Sejak kemarin Disdikpora juga mengelar unas susulan. Unas susulan itu digelar dari Senin (12/5) hingga Kamis (15/5) di 6 titik subrayon. Enam titik itu di antaranya dilaksanakan di  subrayon 3 SMPN Mungkid, subrayon 2, subrayon 6 SMPN Tegalrejo, dan subrayon 7 SMPN Grabag. 
Jumlah siswa yang ikut unas susulan mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat 16 siswa, matematika 15 siswa sementara mata pelajaran IPA ada 9 siswa. “Rata-rata dari mereka yang tidak mengikuti unas dikarenakan sakit,” jelasnya.       
Dalam pelaksanaan unas susulan waktu pengerjaan soal sama dengan waktu pengerjaan unas utama. Yakni, dua jam. Sementara pengawas dalam unas susulan ini adalah pengawas silang yang berasal dari sekolah lain. (vie/lis)