WONOSOBO –  Satuan Narkoba Polres Wonosobo mengungkap kasus penanaman pohon ganja melibatkan dua pelaku yakni Insanu, 34, warga Kejajar Kecamatan Kejajar dan M. Yasin, 37, warga Karawang, Jawa Barat. Dalam melakukan aksinya, pelaku Insanu menanam pohon ganja di Gunung Pakuwojo, Dataran Tinggi Dieng.
Menurut Kapolres Wonosobo AKBP Agus Pujianto melalui Kasat Resnarkoba AKP Bambang Budiono, pengungkapan kasus ini, bermula dari laporan warga yang mengetahui adanya pohon ganja di Gunung Pakuwojo Dieng. Setelah diselidiki, diketahui pelakunya yakni Insanu warga Kajajar.
“Pelaku berhasil kami tangkap saat berada di bengkel sepeda motor di Kecamatan Kejajar,”katanya.
Setelah ditangkap, kata Bambang, pelaku diminta menunjukkan tempat menanam ganja di lereng Gunung Pakuwojo. Benar saja, setelah menyusuri lereng gunung, didapati 2 dua pohon ganja setinggi 1,5 meter.
“Pelaku mengaku menanam biji ganja pada bulan Desember 2013 sejumlah 20 biji. Namun hanya dapat tumbuh 2 pohon,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, Insanu mengaku biji ganja itu didapatnya dari seorang teman yaitu M. Yasin, warga Karawang, Jawa Barat yang pulang ke rumah orang tuanya di Desa Serang, Kecamatan Kejajar.
“Berbekal informasi tersebut,  kami langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap M. Yasin saat sedang melintas di depan SMU NU Kejajar,” tuturnya.
Ditambahkan, kedua pelaku berikut barang bukti 2 pohon ganja lantas dibawa ke Mapolres Wonosobo guna proses penyidikan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku M. Yasin mendapatkan biji ganja tersebut sewaktu membeli ganja dari seorang pengedar di wilayah Karawang pada awal Desember 2013. Dalam paket yang dibelinya, ternyata terdapat sejumlah biji ganja yang akhirnya bersama Insanu ditanam di lereng Gunung Pakuwojo. “Kedua pelaku saat ini kami tahan, untuk pengembangan kasus,” imbuhnya.
Keduanya bakal dijerat dengan pasal 111 ayat (1) atau 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. (ali/lis)