TEMANGGUNG–Sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama harus memperkuat pengkaderan dan regenerasi kaum muda. Untuk itu, Pengurus Cabang NU Kabupaten Temanggung mempersiapkan grand design melalui musyawarah kerja cabang (muskercab) yang digelar pagi kemarin di Pondok Pesantren Raodlotul Hudha, Desa Kedu, Kecamatan Kedu.    
Dalam grand design yang disusun, antara lain membuat rekomendasi tentang model pengkaderan dan gerakan sosial keagamaan untuk memperkuat organisasi yang berkandang di pesantren dan ulama masjid musala ini. “Kami hadirkan semua organisasi dan badan otonom NU untuk hadir dan bersama-sama membuat model pengkaderan dan program kerja,” kata Ketua PCNU Temanggung, Tajudin Noor.
Organisasi otonom di bawah NU antara lain GP Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, Banser, LP Maarif dan sejumlah organisasi lainnya.  “Musker ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong Konferensi Cabang (Konfercab) NU yang akan diselenggarakan pada awal bulan Juni 2014,” lanjutnya.
Ketua panitia muskercab, Nur Mahsun, menambahkan, sesuai dengan pengarahan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), pihaknya akan menggelar muscab dengan agenda pemilihan ketua dan pengurus baru organisasi NU di daerah penghasil tembakau ini.
“Kegiatan muskercab NU ini memang sengaja digunakan untuk acara prakonfercab. Agar para musyawirin bisa lebih fokus pada agenda pemilihan ketua baru dan mendengarkan pengarahan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan instansi-instansi terkait besok pada acara konfercab NU yang akan diselenggarakan pada awal bulan Juni 2014,” katanya.
Salah satu rekomendasi yang ditelorkan pada pertemuan tersebut adalah mengoptimalkan fungsi koordinasi dan konsolidasi seluruh badan otonom, lembaga lajnah melalui sistem demokrasi dan terarah.
PCNU juga akan mengambil sikap kepada Pemkab Temanggung dalam memberikan fasilitas kepada masyarakat. Selain itu, PCNU Temanggung juga akan membuat sistem informasi berbasis teknologi informasi.(zah/lis)