Tengarai Caleg Blusukan di Sekolah

68

Panwaslu Perketat Pengawasan
UNGARAN-Panwaslu Kabupaten Semarang menengarai ada calon legislatif (Caleg) yang melakukan kegiatan kampanye terselubung di sebuah sekolah di Kecamatan Ungaran Barat, Ungaran Timur dan Ambarawa. Modusnya, menggelar acara di sekolah atas undangan komite sekolah yang menghadirkan wali murid.
Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang indikasi kampanye terselubung di sekolah tersebut. Hanya saja, saat tim Panwaslu datang ke sejumlah sekolah di Ungaran Barat, sudah tidak ada kegiatan yang dimaksud. Beberapa warga juga tidak mau bersaksi.
Untuk memastikannya, jajaran Panwaslu hingga saat ini masih melakukan penelusuran terkait informasi tersebut. Dugaannya, ada sebuah acara di sekolah yang menghadirkan ratusan wali murid. Acaranya berupa sosialisasi pemberian beasiswa. “Nah salah seorang caleg yang hadir, lalu menjanjikan beasiswa kepada wali murid dan meminta para wali murid memilihnya,” ungkap Agus, Kamis (6/2) kemarin.
Menurut Agus, kegiatan seperti itu berpotensi adanya pelanggaran pidana Pemilu, terutama larangan berkampanye di lingkungan pendidikan, keterlibatan PNS, bahkan potensi money politics. Namun untuk melakukan penindakan, menemui kendala. Sebab, tidak ada bukti dan tidak adanya saksi yang mau menyampaikan laporan secara resmi.
“Kami sudah perintahkan pengawas pemilu menelusurinya. Tetapi kegiatan semacam itu sangat cepat, sehingga saat didatangi sudah selesai. Kekurangan bukti awal itulah, yang membuat kami tidak bisa menindaklanjuti pelanggaran ini. Kami berharap, ada partisiasi dan kerjasama masyarakat untuk melaporkan secara resmi, jika mengetahui pelanggaran pemilu,” kata Agus.
Agus juga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang ikut melakukan sosialiasi serta pembinaan kepada jajaran kepala sekolah di Kabupaten Semarang untuk mencegah potensi keterlibatan PNS. Khususnya kepala sekolah dalam pelanggaran pemilu. (tyo/ida)

Silakan beri komentar.