BARUSARI — Satu dari tiga pelaku perampokan di rumah pendeta Ivan Tanuwiharjo, warga Jalan Brotojoyo 3C/15 RT 8 RW 2, Plombokan, Semarang Utara diketahui berbadan gemuk, berkulit hitam, dan memakai celana doreng. Selain itu, pelaku perampokan diduga sudah melakukan pengintaian cukup lama, mengingat pelaku mengetahui kapan kondisi rumah korban ditinggal pemiliknya.
”Kejadian perampokan baru sekali ini selama empat tahun saya bekerja sebagai satpam di perumahan ini,” kata Tri Wahyono, 33, sekuriti yang menolong pembantu korban.
Menurut Tri, biasanya hampir setiap pagi, pemilik rumah Ivan dan istrinya pergi. Ivan sebagai pendeta, dan istrinya memiliki usaha salon. Praktis, di rumah hanya ada dua pembantu korban, yakni Dwi Susanti, 18 dan Sumiati, 14. Dua pembantunya itu diketahui baru tiga bulan bekerja di rumah tersebut.
”Mungkin sebelum merampok pelakunya sudah mengamati kondisi, sehingga tahu kapan rumah ditinggal pemiliknya. Saya memang jaganya di jalan depan rumah majikan saya, tapi saat kejadian lagi di kamar mandi,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto mengatakan, hingga kemarin, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Diakui, pihak korban terkesan tidak kooperatif, karena tak kunjung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Bahkan, saat petugas Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Utara datang ke lokasi, tidak mendapat sambutan bagus.
Namun dari keterangan yang didapat polisi, ketiga pelaku masuk dengan pura-pura hendak menyervis AC di rumah korban. Seorang pelaku diketahui berbadan gemuk, berkulit hitam, dan memakai celana doreng.
”Ciri-ciri itu didapatkan dari keterangan dua pembantu korban, tapi masih minim. Kami akan bekerja maksimal untuk mengungkapnya,” katanya.
Wika menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus untuk mencari identitas pelaku. Pihaknya cukup menyayangkan sikap korban yang terkesan enggan menerima petugas saat hendak olah tempat kejadian perkara. Padahal, olah TKP merupakan salah satu jalan yang bisa mempermudah dalam proses pengungkapan kasus perampokan siang bolong tersebut.
Seperti diberitakan Radar Semarang kemarin, kawanan perampok beraksi di rumah seorang pendeta Ivan Tanuwiharjo, warga Jalan Brotojoyo 3C/15 RT 08 RW 2, Kelurahan Plombokan, Semarang Utara. Dalam aksinya, ketiga pelaku berpura-pura hendak menyervis AC di rumah korban. Begitu berhasil masuk, dua pelaku langsung menyekap dan mengikat dua pembantu korban. Akibat kejadian itu, korban kehilangan 1 unit iPad, 1 unit iPhone, 1 unit BlackBerry serta uang tunai Rp 1,5 juta. (fth/aro/ce1)