Dugaan Korupsi Laboratorium
MUGASSARI – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menetapkan Pembantu Rektor II Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Eko Haryanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan laboratorium Unsoed. Eko ditetapkan sebagai tersangka karena memenuhi unsur dalam dugaan korupsi senilai sekitar Rp 10 miliar tersebut. Dana itu merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun 2011.
Kabid Humas Polda Jateng Kombespol Alloysius Liliek Darmanto mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memiliki berbagai alat bukti kuat. Tersangka diduga berperan dalam korupsi dana pengadaan paket pengadaan satu set laboratorium terpadu, pusat riset, dan pengembangan ilmu pendidikan Unsoed. ”Tersangka berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan itu. Ini merupakan kasus pengembangan 2011 lalu,” katanya.
Selain Eko, sebelumnya dua dosen Unsoed yakni Ari dan Bondan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dugaan korupsi itu, menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 10 miliar. Meski begitu, tersangka masih belum ditahan. ”Baru ditetapkan sebagai tersangka, jadi belum ditahan,” imbuhnya.
Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Agus Setyawan menambahkan, saat ini masih memintai keterangan saksi untuk pengembangan kasus itu. Pihaknya juga berencana memeriksa mantan Rektor Unsoed Edy Yuwono untuk mendalami kasus itu. ”Masih dikembangkan untuk mendalami kasus itu. Termasuk memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti lain,” tambahnya.
Sementara itu, kuasa hukum dan tim advokasi nonligitasi Unsoed, Hibnu Nugroho mengaku, baru mengetahui jika Eko ditetapkan sebagai tersangka. ”Saat saya konfirmasi ke Ditreskrimsus, statusnya masih saksi. Pihak Unsoed juga belum menerima surat pemanggilan. Begitu juga saat penetapan tersangka,” ujarnya. Hibnu menyatakan, jika informasi tersebut benar, pihaknya akan menempuh langkah kooperatif dengan memenuhi setiap panggilan penyidik.
Selain itu, Hibnu juga memaparkan bahwa dana senilai Rp 10 miliar yang diduga dikorupsi tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) pada tahun 2011. Saat itu diserahkan oleh anggota Komisi III DPR RI, Angelina Sondakh (Angie) yang saat ini telah menjadi terpidana korupsi.
”Saat penyerahan itu, posisi Eko memang menjabat sebagai PPK. Yang bersangkutan juga baru saja dilantik sebagai Pembantu Rektor II,” jelasnya. (fth/har/jpnn/ton/ce1)