UNGARAN—Hujan terus-menerus disertai angin kencang di Kabupaten Semarang, membuat proyek jalan nasional kontrak berbasis kinerja (KBK) Banyumanik-Bawen dikhawatirkan molor.
Untuk menghindari molornya target penyelesaian, PT Adhi Karya (Persero) Divisi Konstruksi IV selaku pelaksana proyek, melakukan sistem kerja lembur.
Kepala Proyek KBK PT Adhi Karya, Johan Arifin mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pengerjaan rigid pavement di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Semarang. Juga di pertigaan Undaris, di Jalan Diponegoro Ungaran, Kabupaten semarang.
Selain di dua titik tersebut, juga dilakukan pengerjaan di depan pabrik Apac Inti Corpora hingga Pasar Harjosari, Bawen.
Kendala utama pembangunan, menurut Johan, adalah faktor cuaca. Sebab, belakangan ini hujan deras turun setiap hari, sejak pagi hingga sore.
“Kendala kami adalah hujan, tapi proyek ini harus tetap berjalan. Sehingga kami berupaya menggunakan sarana tambahan seperti tenda dan plastik penutup cor. Seperti pengerjaan di ruas di Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang,” ungkap Johan, Selasa (21/1) siang.
Menurut Johan, sisa pekerjaan rigid pavement (pengecoran) di Jalan Diponegoro Ungaran—tepatnya di pertigaan menuju Undaris— tinggal satu jalur beton. Pihaknya menargetkan, minggu depan sudah bisa terselesaikan.
Selanjutnya, untuk rigid pavement sepanjang 2 kilometer di Bawen, akan dikerjakan secara bertahap. Sehingga tidak menimbulkan kemacetan parah.
Sementara itu, pengaspalan jalan dilakukan untuk menyambung antar rigid pavement yang sudah dibuat. Seperti di Jalan Diponegoro Ungaran hingga depan PLN P3B Region Jawa Tengah dan DIY Jalan Jenderal Sudirman KM 23. Sedangkan pada ruas jalan yang dilebarkan, juga akan diaspal 3 lapis. Sedangkan jalan yang sudah beraspal, hanya akan diberi aspal 2 lapis saja.
“Pekerjaan rigid pavement, pelapisan aspal dan penambalan jalan akan kita kebut selagi tidak turun hujan. Kita juga turunkan tim pelayanan pemeliharaan jalan selama 24 jam secara bergantian. Sedangkan pengerjaan rigid pavement di Bawen akan dilakukan bertahap per 500 meter.” (tyo/isk)