Banyaknya Minimarket

SOLO—Kehadiran sejumlah minimarket yang makin agresif belakangan, tak mudah untuk dibendung. Kendati Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo sudah berupaya membendungnya dengan Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Perda itu sekaligus melindungi eksistensi pasar tradisional.
“Saya juga kaget kok tiba-tiba ada minimarket. Tapi kami tidak bisa membendung ini. Kalau toko itu sudah berdiri, artinya dari izin sudah beres. Termasuk dalam hal memenuhi aturan jarak minimal 500 meter dari pasar tradisional,” papar Rudy, kepada Radar Solo kemarin.
Pihaknya mengklaim bahwa selama ini sudah ketat memberlakukan aturan perda bagi siapapun yang akan menanamkan modalnya dalam bentuk toko modern. Pengetatan tersebut terutama dalam pengukuran jarak antara lokasi yang akan dibangun toko modern dengan pasar tradisional. Bahkan, kata dia, tak ada toleransi sedikitpun mengenai pemberlakuan aturan jarak minimal 500 meter tersebut.
”Semua alat ukur digunakan untuk menjamin kevalidan. Kalau tidak sesuai ya diinstruksikan untuk ditutup. Buat saya tak masalah, wong saya juga tak punya bisnis Alfamart dan Indomaret kok. Yang mutusin bukan hanya eksekutif, tapi juga legislatif,” tutur Rudy.
Lantas, apakah aturan jarak minimal 500 meter dalam perda hanya satu-satunya cara untuk mengendalikan keberadaan minimarket? Menurut Rudy, hal itu merupakan salah satu upaya terakhir pemkot untuk membendung pendirian minimarket sekaligus melindungi eksistensi pasar tradisional. Kalau bicara soal minimarket, papar Rudy, pemkot berada pada posisi yang cukup sulit.
”Kalau mereka sudah memenuhi aturan, kami pun tak bisa melarang. Nanti kalau membatasi justru melanggar Undang-Undang, mereka juga warga negara Indenesia dan punya hak. Memang serba repot,” ucapnya.
Sementara itu, menyikapi keberadaan toko modern atau minimarket, perlu adanya pembatasan. Dengan tujuan, agar toko modern tidak mematikan ekonomi kerakyatan. Selain itu, ekonomi kerakyatan juga harus diberdayakan untuk bersinergi dengan toko modern. (ria/dah/un)