22.2 C
Semarang
Selasa, 25 April 2017
TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG WISATA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan sambutan pada Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Legenda Batik Perkuat Pesona Wisata Kabupaten Pekalongan Bupati Siapkan Infrastruktur dan Membentuk Pokdarwis Kabupaten Pekalongan sebagai daerah Legenda Batik Indonesia, semakin memperkuat pesona Kota Santri. Atas dasar itulah, kota penghasil batik ini, akan membuat paket wisata lengkap dengan keragaman potensi yang unik untuk menarik wisatawan dalam berkunjung. TAUFIK HIDAYAT, KAJEN BANYAK tokoh batik yang lahir di Kabupaten Pekalongan dan menghasilkan batik terhalus dan terbagus di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda atau 1800-an. Seperti Batik Oey Soe Tjoen yang sudah ada sejak tahun 1825. Bahkan hingga kini, generasi ke-6 dari keluarga Oey Soe Tjoen, masih melanjutkan usaha batik leluhurnya. Makanya, tak heran jika Kabupaten Pekalongan disebut sebagai Kota Legenda Batik Indonesia. Karena batik yang ada di Indonesia, hampir 90 persen berasal dari Kabupaten Pekalongan. “Hal itu terlihat dari motif batik yang ada, berupa flora dan fauna, serta pewarnaan yang cerah yang merupakan ciri khas dari batik pesisiran atau batik Pantura,” kata Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meresmikan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jumat (21/4) kemarin. Bahkan, kata Bupati Asip, meski daerah lain banyak menghasilkan batik dengan keunikan dan keanekaragamannya, namun batik Kabupaten Pekalongan mempunyai ciri khas yang sangat beda dan unik. “Makanya jangan heran, jika Kabupaten Pekalongan mendapatkan predikat sebagai Kota Legenda Batik,” tandasnya. Menurutnya, lebih dari 400 ribu warga Kabupaten Pekalongan hidup dari batik, baik pedagang maupun perajin dan buruh. Sehingga untuk menghidupi industri kerajinan tangan berupa batik tersebut, muncul kreasi-kreasi batik yang bagus dan menarik. “Daerah lain juga memiliki keunikan batik, karena di pesisir Pantura ini, batik menjadi mata pencaharian masyarakat. Kini, batik Pekalongan tersebar di seluruh Indonesia, karena keunikannya tersebut,” kata Bupati Asip. Bupati juga menandaskan bahwa berwisata ke Kabupaten Pekalongan adalah wisata terlengkap yang ada saat ini, mulai dari wisata belanja, wisata di pesisiran dengan keindahan lautnya dan ikan segar dan di Petungkriyono sebagai destinasi wisata baru yang penuh pesona. “Petungkriono sangat terkenal dengan pesona alam yang memukau. Mulai banyaknya air terjun serta satwa dilindungi dengan ekosistem yang alami, seperti Owa Jawa, Lutung, Elang dan lainnya,” tandas Bupati Asip. Bupati juga menegaskan untuk meningkatkan pengunjung datang ke Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan sedang menyiapkan infrastruktur dan fasilitas umum, agar pengunjung merasa nyaman dan senang. Disamping itu, disiapkan masyarakat wisata dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Saat ini, Pemkab bekerjasama dengan pelaku wisata menyiapkan standar mutu pelayanan wisata serta melakukan pengelolaan destinasi wisata. Hasilnya diperuntukkan masyarakat melalui (Pokdarwis). “Kami juga melakukan beragam pembinaan, agar tumbuh sumber daya manusia (SDM) yang sadar wisata dengan kriteria atau standar yang bagus dan bersih dalam memberikan pelayanan, kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung,” tegas Bupati Asip. Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Dr Marlinda Irwanti menjelaskan bahwa jalan tidaknya potensi wisata di satu daerah, berada di tangan bupati atau wali kotanya selaku pemegang kebijakan. Sehingga, kemajuan wisata tergantung pada kemauan kepala daerah dalam mengembangkannya. Terkait Kabupaten Pekalongan, kata Marlinda, memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai wisata belanja, wisata kelautan hingga wisata alam yang melimpah. Untuk itu, pihaknya mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang gencar dalam mengembangkan paket wisata lengkap, termasuk Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Legenda Baik Indonesia. “Di Kabupaten Pekalongan, tidak hanya memiliki sumber daya alam, tapi ada potensi wisata. Ini yang perlu ditingkatkan. Namun keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tergantung dari wali kota atau bupatinya. Makanya, saya sangat mendukung kebijakan Bupati Pekalongan yang berani melakukan terobosan dalam mengembangkan potensi wisata yang ada,” jelas Marlinda. (*/ida)

Legenda Batik Perkuat Pesona Wisata Kabupaten Pekalongan

Kabupaten Pekalongan sebagai daerah Legenda Batik Indonesia, semakin memperkuat pesona Kota Santri. Atas dasar itulah, kota penghasil batik ini, akan membuat paket wisata lengkap...
EMANSIPASI WANITA: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menjadi pembina upacara Hari Kartini di Balai Kota. (kanan) Wawali membubuhkan tanda tangan usai menjadi talk show Semarak Kartini 2017 di Upgris. (ABDUL MUGHIS/ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

Melongok Peringatan Hari Kartini di Pemkot Semarang

Peringatan Hari Kartini selalu identik dengan busana tradisional. Hampir semua pegawai instansi negeri maupun swasta, termasuk siswa dan guru sehari kemarin mengenakan baju adat....
Penerus generasi- Sriyani dan Yuhrianti menunjukan produk racikan bumbu Mbok Jo. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)

Lebih Dekat dengan Produsen Bumbu Instan Mbok Jo

Bu Pramujo atau dikenal dengan Mbok Jo, warga Dusun Pencil, Desa Medono Kecamatan Kaliwiro sudah lama dikenal sebagai peramu bumbu masakan lokal. Kini bisnis...
PANTANG MENYERAH: Nur Farkhati Himatul Izza bersama orang tua, adik-adiknya dan Sri Martini (paling kiri). (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Nur Farkhati Himatul Izza, PRT yang Raih Gelar Sarjana

Perjuangan Nur Farkhati Himatul Izza meraih gelar sarjana sangat menginspirasi. Sebab, dia rela bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) untuk membiayai kuliahnya di Fakultas...
PENASARAN: Sejumlah anak saat ikut membuat media tumbuh kuman melalui kentang. (IST)

Orangtualogy Ajak Anak Berkelana di Dunia Kuman

ANAK usia dini sangat ingin tahu tentang dunia sekitarnya. Itu juga yang dirasakan anak-anak ketika kita sebagai orang tua mengingatkan mereka untuk mandi, cuci...
MENDONGENG: Salah satu guru TK PGRI 118 Genuksari, Indria Fajar Rini, ketika membacakan dongeng di hadapan anak didiknya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

AMURT Indonesia Kampanye Orang Tua Bacakan Buku Cerita Anak

Budaya baca di kalangan anak-anak boleh dibilang sangat rendah. Mereka lebih memilih bermain gadget ketimbang membaca buku cerita. Melihat fenomena itu, Ananda Marga Universal...
BELAJAR DITEMANI SENTIR: Seorang bocah SD warga Trajumas yang bersekolah di Sekolah Satu Atap Bodas, Kandangserang, tengah serius belajar di rumahnya ditemani sentir sebagai alat penerang. Penerangan dengan sentir dilakukan warga karena desa terpencil di lereng Gunung Slamet itu, hingga sekarang belum terjamah aliran listrik PLN. (TAUFIK HIDAYAT/RADARSEMARANG.COM)

Suluh Pelajar Satu Atap di Lereng Slamet

Akses pendidikan yang meluas, merata, dan berkeadilan, belum sepenuhnya dirasakan oleh warga di sejumlah desa di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Berada di...
ADU KREATIVITAS: Ratusan anak PG/TK Tadika Puri saat lomba mewarnai di Atrium Hall B DP Mall Semarang. (TADIKA PURI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ibu Hias Cupcakes, Anak Mewarnai

SEMARANG - Memperingati Hari Kartini, PG/TK Tadika Puri mengadakan acara bertema ”Warna-Warni Cinta Ibu untuk Keluarga.” Acara digelar Sabtu (15/4) lalu di Atrium Hall...

Lahan Basah Pengelola Parkir

MAHALNYA tarif parkir berjenjang kerap tidak sebanding dengan pelayanan yang didapat konsumen. Selain itu, penghitungan tarif berjenjang juga dinilai tidak transparan. Ketua Lembaga Pembinaan dan...

Tarif Tinggi agar Tak Jadi Tempat Penitipan

MANAGER Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, Edy Koesyowo, mengatakan jika pengelolaan lahan parkir di wilayah Daop 4 Semarang diserahkan kepada...

Terkini