24 C
Semarang
Selasa, 25 September 2018
Email: online@radarsemarang.com
SIUPAN: Pimpinan Kantor YDK Dharma Kota Magelang, Lianida Tjahjono dan stafnya tengah mengamati Siupan atau peti khusus untuk prosesi pemakaman warga Tionghoa. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Jaga Budaya Pemakaman Khas Tionghoa

RADARSEMARANG.COM - Bermula dari perkumpulan sosial dan seni bernama Hoo Hap Hwee dan Sam Ban Hien di era penjajahan Belanda, dua perkumpulan beranggotakan warga...
PENGABDI DEWA-DEWI: Para locu di Klenteng Hok Ho Bio Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Jadi Locu Batin Lebih Tenang

RADARSEMARANG.COM - Locu merupakan sebutan bagi orang yang mengabdikan hidupnya untuk melayani dan merawat altar para dewa di klenteng. Bagaimana proses penentuan locu di...
LUKISAN DEWA: Pengurus Klenteng Hok Tek Tong menunjukkan aneka lukisan dewa di dalam klenteng. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Bertemunya Umat Lintas Agama

RADARSEMARANG.COM - Klenteng Hok Tek Tong di Parakan, Temanggung, tak melulu hanya jadi tempat ibadah. Tapi juga bisa untuk tempat kegiatan sosial, bertemunya umat...
BAPAK TIONGHOA : Seorang warga berdoa di depan Sinci KH Abdurrahman Wahid yang dipasang di altar Boen Hian Tong. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

Saya Ingin Imlek Lebih Membumi

“Kalau saya, Tionghoa Indonesia, bukan Tionghoa di China, bukan Tionghoa di Singapura.” RADARSEMARANG.COM - Dalam sejumlah peristiwa—utamanya politik—isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kerap...

Dies Natalis UIN Walisongo

http://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2017/04/DIES-NATALIS-UIN-WALISONGO-LOW.pdf

Sweet Seventeen

http://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2017/04/SWEET-SEVENTEEN-LOW.pdf

Berita Lainnya

Terbaru