SINERGI: Dinas Koperasi dan Ukm Jawa Tengah bekerjasama dengan PT. Sadewa Jawara Indonesia dalam acara Sesarengan Diskusi Ekonomi Warga Koperasi (Sadewa Koperasi) di Sosial Canteen, Semarang, Rabu (4/9). (Maria Novena/RADARSEMARNG.COM)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah mendorong koperasi sebagai badan usaha untuk Go-Digital. Koperasi tidak lagi bisa menutup diri untuk bergerak ke arah bisnis digital. Dinkop UMKM Jateng bekerjasama dengan PT. Sadewa Jawara Indonesia ajak koperasi lewat sosialisasi.

Kepala Dinkop dan UMKM Ema Rahmawati mengatakan dalam kegiatan Sesarengan Diskusi Warga Ekonomi (Sadewa) Koperasi di Social Canteen, Semarang, Rabu (4/9). Koperasi merupakan jasa keuangan, kalau tidak berubah atau disrupsi diri, maka akan tertinggal. Dengan digitalisasi, pihaknya juga bisa meminimalisir terjadinya pembubaran terhadap koperasi tidak aktif.

“Melalui telepon pintar semua orang kini sudah bisa melakukan apapun. Mulai dari pinjaman online sampai dengan pembayaran non tunai,” ungkapnya.

Selama ini pihaknya banyak membubarkan koperasi. Namun ternyata koperasi yang dibubarkan masih aktif. Hanya saja tidak pernah mengirim laporan. Hingga Agustus 2019 pihaknya mendata setidaknya ada 5.000 koperasi yang tidak aktif dari total 26.000 koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM. Ini juga merupakan stategi pihaknya untuk memantau koperasi. Dengan tambahan memudahkan anggota dalam bertransaksi.

“Harapan kami kalau sudah digital, di dashboard kami nanti sudah ada profil koperasi. Secara otomatis masuk ke kami laporannya. Perubahan dari konvensional ke digital tidak akan mudah, sehingga kami terus sosialisasi,” tambahnya.

Sementara itu PT. Sadewa Jawara Indonesia, sebagai salah satu mitra strategis Dinas KUKM Jawa Tengah diwakilkan Ery Saputra mengatakan mental merupakan kendala yang berat diperpindahkan ke digital tersebut. Dirasanya orang Indonesia lebih cenderung malas keluar dari zona nyamanya. Namun pihaknya akan tetap optimis merealisasikan aplikasi ditelepon pintar.

“Dukungan ekosistem yang kuat adalah apa yang kami tawarkan kepada para teman-teman Pengurus Koperasi, disamping pendampingan yang berkelanjutan dan sustain. SADEWA G2 Koperasi bukan jualan aplikasi, tapi bersinergi dalam visi, misi dan aksi. Prinsipnya, kami terus berkontribusi secara aktif dalam bertumbuh bersama Koperasi Indonesia, khususnya di Jawa Tengah ini,” timpalnya. (ria/web/ap)