33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Pabrik Susu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Berita viral kali ini datang dari Aura Kasih. Itu karena dia meradang. Dia mengamuk di Insta Story-nya.

Kegeraman Aura Kasih itu diposting ulang akun Instagram @Lambe_Turah. Baru tiga jam diunggah kemarin (22/8), sudah disukai 49 ribu kali dengan 1.577 komentar.

Penyebab finalis Miss Indonesia 2007 itu terpantik emosinya adalah: cuitan pemilik akun Twitter @Yan Widjaya.

Dia tidak terima dengan kata-kata yang dituliskan Yan Widjaya. Pria yang mengaku di Twitter-nya sebagai penikmat, pengamat film, pengulas, jurnalis, novelis dan penulis tersebut.

Peristiwa ini berawal dari Yan Widjaya yang mengunggah foto Aura Kasih setelah melahirkan. Foto itu diambilnya dari Instagram Aura Kasih.

Tetapi, bukan foto itu yang jadi masalahnya. Wanita bernama lengkap Shahiyani Febri Wiraatmadja ini tidak terima dengan kata-kata yang dituliskan. Yang menurut dia melecehkannya sebagai ibu menyusui.

Beginilah kalimat itu tertulis: ”Punya baby, Aura Kasih juga dikaruniai 2 pabrik susu, jadi harap maklum untuk sementara rehat film dulu,” tulis Yan Widjaya pada Rabu, 21 Agustus 2019 pukul 21.20.

Ternyata, unggahan Yan Widjaya itu sampai ke Aura Kasih. Di insta story-nya Finalis Miss Indonesia 2007 itu mengungkapkan kegeramannya melalui berbagai tulisan. Dia juga mencari nomor telepon Yan Widjaya.

”Ada yang tahu kontak orang ini? Ngaku ya kritikus film, mulut sampah! Gue penjarain baru tahu lo! Udah tua mulut sampah!” tulis Aura Kasih.

Respons kurang baik yang ditunjukkan Aura Kasih itu membuat Yan Widjaya menghapus cuitannya. Ia juga menuliskan permohonan maaf. Juga melalui Twitter-nya.

”Mohon maaf pada Aura Kasih, atas desakan banyak pembaca yang menuduh jokes pabrik susu tidak santun, maka twit tersebut aku delete,” tulis Yan Widjaya.

Permintaan maafnya itu disoal netizen. Sebab dinilai tidak tulus. Karena ia menuliskan permintaan maaf itu atas desakan pembaca.

Seperti disampaikan @DikEwink. ”Jadi delete bukan karena menyesal, tetapi karena didesak. Semoga ada yang perkarakan ini. Pelecehan di ruang public. Cermin buruk yang dilakukan tokoh perfilman nasional.

Pendapat sama juga disampaikan akun @mrbhsr. ”Atas desakan: kalo tdk didesak gak minta maaf pak?” tulisnya.

Komentar senada juga disampaikan @Sir_AmirSyarif. ”Oh. Karena desakan, Bukan Karena nyadar kalo salah. Dapat salam nih dari Aura Kasih,” tulisnya.

Banyaknya penyesalan netizen atas kalimat permohonan maafnya kembali membuat Yan Widjaya memposting permintaan maaf. Kali ini kalimat karena ”didesak pembaca” tidak lagi dituliskannya.

”Dengan ini saya secara tulus minta maaf pada Aura Kasih atas kekhilafan saya. Sesungguhnya berbahagialah ibu yg bisa memberikan ASInya kepada bayinya,” Begitulah kalimat permintaan maaf Yan Widjaya terbaru.

Tetapi, warganet tetap ada yang tidak terima. Cuitannya terlanjur melukai hati netizen. Terutama kalangan wanita.

Seperti diungkapkan @febysarita. ”Ga Cuma ke mba Aura Kasih pak, sadar ga bapak klo tweet tsb juga nglukai para calon ibu dan pejuang ASI. Candaan bapak itu nyakitin!” tulisnya.

Akun atas nama @ilmAlvia juga menuliskan komentar senada. ”Semoga anak perempuan bapa, mantu perempuan bapak, cucu perempuan bapak tidak menjadi pabrik susu setelah melahirkan.. jadi ga perlu jadi pejuang ASI..kesian kan ga bisa main film..Aamiinn..” tulisnya.

Saya belum mengetahui apakah karena peristiwa ini  Aura Kasih sudah melapor ke polisi.

Namun pastinya, peristiwa ini kembali mengingatkan saya dengan pepatah itu. Yang mengatakan: Jarimu..eh Mulutmu Harimaumu. (Wirahadikusumah)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rejowinangun Masuk Lima Pasar Terbaik

MAGELANG—Pasar Rejowinangun Kota Magelang masuk nominasi sebagai 5 pasar tradisional se-Indonesia. Sebelumnya, Pasar Rejowinangun harus bersaing dengan sekitar 500 pasar tradisional yang turut mengikuti...

Dari Produksi Fashion hingga Repaint Wajah Boneka

Komunitas Semarang Dolls Lovers (SDL) menjadi wadah bagi para kolektor boneka. Sejumlah kegiatan digelar komunitas ini guna memantik produktivitas para anggotanya, baik dari segi...

600 Ribu Ha Cocok Ditanami Bawang Putih

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Kementerian Pertanian (Kementan) RI menargetkan swasembada bawang putih pada 2019/2020. Untuk mewujudkan itu, diperlukan sekitar 73.000 hektare dengan rincian, 60.000 hektare...

Aneka Hoax Pengerahan Massa Terkait People Power

JawaPos.com – Isu tentang rencana people power menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 mulai dibumbui kabar hoax. Sejumlah pesan menyebutkan bahwa beberapa kelompok massa...

Paling Banyak Pembelinya Anjal

SEMARANG – Seorang pengedar pil koplo bernama Edo Derajat Widiardi 27, warga Kampung Malang RT 02 RW 04, Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah, dibekuk jajaran...

Panen Ikan Nila Tambak Air Payau

DEMAK-Budidaya ikan air tawar cukup menjanjikan. Bahkan, kini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Demak telah mengujicoba budidaya ikan nila di areal tambak dengan...