33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Mental Gratisan

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Bukan pempek kali ini yang bikin Palembang terkenal. Tetapi, oknum pejabat di sana yang membuat kota tersebut hari ini (24/8) viral.

 

Ulah oknum pejabat di kota itu menjadi buah bibir di dunia maya. Berawal dari postingan di akun instagram @musievent.

 

Akun Instagram itu memuat foto serta sepenggal catatan konser Westlife di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu (18/8).

 

Cerita @musievent itu diberitakan portal berita detik.com. Kemudian, pemberitaan berjudul ”Cerita Miris di Balik Konser Weslife Palembang: Pejabat Minta Tiket Gratis” itu diposting akun Instagram @Lambe_Turah. Sehingga menjadi viral di dunia maya.

 

Dalam berita itu dijelaskan, sejumlah penonton, yang di antaranya pejabat di kota itu tidak mau bayar tiket alias gratisan.

 

Baru lima jam di-posting akun Instagram @Lambe_Turah, ribuan netizen mengecam perbuatan tersebut. Hingga Sabtu (24/8) pukul 12.58 WIB, postingan itu sudah disukai 91.152 kali dengan 2.751 komentar.   

 

Seperti dikatakan @varishavitra. ”Status doang dong pejabat, aslinya mah pengemis,” tulisnya.

 

Komentar senada juga disampaikan @nescanomera. “Sebut aja biar malu skalian. Ampun deh hr gini msh gratisan aja,” sesalnya.

 

Kecaman juga datang dari @riska0403iriany. ”Udh dpt gaji besar dan fasilitas ehhhh jiwa miskin nya ttp ada ternyatahhh ,woiiii gak malu sm jabatan …” kecamnya.

 

Mental gratisan sepertinya memang sudah menyebar ke banyak orang di negara ini. Mulai dari teman, kerabat, bahkan pejabat tertular virus ini.

 

Saya yakin, masih banyak oknum pejabat lainnya di negara ini yang bermental seperti itu. Yang selalu mengandalkan kekuasaannya untuk mendapatkan sesuatu dengan serba gratis.

 

Mereka tidak sadar, perbuatan itu dicontoh masyarakat. Bahkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Hingga ketika mendengar sesuatu yang gratis membuat sikap berubah. Kadang kehilangan akal sehat. Bahkan tak jarang menjadi beringas memperebutkan sesuatu yang digratiskan tersebut.

 

Pastinya, mental gratisan akan berdampak tidak baik kepada kita. Bisa membuat tidak maju. Menjadi pemalas. Sering tidak menghargai jerih payah orang lain. Kita juga akan terbiasa menjadi peminta daripada pemberi. 

 

Padahal sudah ada pepatah terkenal yang mengatakan:”Tidak ada makan siang yang gratis”.(Wirahadikusumah)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Garuda Sapu Jagat Lakukan Aksi Tambal Jalan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Prihatin akan kondisi jalan perbatasan Kendal-Kota Semarang yang berlubang, Garuda Sapu Jagat bersama DPC Gerindra Kendal melakukan penambalan jalan. Tepatnya di...

Non Unggulan Beri kejutan

SEMARANG - Pemain unggulan pertama tunggal pra dini putri, Angelice Quinsha Helena dari Berkat Abadi Salatiga, takluk di partai final Djarum Foundation Kejuaraan Bulu...

Terus Dipercantik

RADARSEMARANG.COM - Pedestrian di Kota Semarang terus dipercantik. Sejumlah bola hias pengaman tampak dipasang di trotoar Jalan Indrapasta, Kota Semarang, Jumat (23/2). Sejumlah pekerja...

Pemilik Toko Pasar Bandungan Enggan Direlokasi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pembangunan kawasan wisata Bandungan mendapatkan penolakan dari Paguyupan Area Pasar Bandungan. Terutama dalam proses relokasi pedagang di putaran pasar Bandungan. Ketua Paguyupan...

E-SPOP Cegah Kongkalikong dengan Petugas Pajak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya untuk mendongkrak pendapatan daerah melalui pajak. Salah satunya dengan meminimalisir adanya permainan atau kongkalikong dalam...

Pentingya K3 Dalam Standar Akreditasi RS

SEMARANG- Mewujudkan masyarakat sehat itu menjadi tanggung jawab bersama, bukan perorangan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI Kartini Rustandi, dalam...