Namanya Andrea Putri Turk. Usianya baru 18 tahun. Remaja ini menjadi buah bibir di dunia maya. Dia didaulat menjadi penyanyi lagu ”Tanah Airku”. Pada upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka kemarin.

 

Anda bisa melihat penampilannya saat menyanyikan lagu ciptaan Ibu Sud itu. Lihatlah kanal YouTube IDN Times. Yang baru tiga jam diposting, sudah ditonton 28.836 kali. Atau di Netijen Bercuit. Atau juga di Yandry100.

 

Banyak netizen mengungkapkan kekagumannya kepada Andrea.

 

Seperti disampaikan Enzy Andriana. ”Merinding banget, bentar lagi trending nih,” tulisnya. 

 

Begitu juga diungkapkan Rangga E.W. ”Kok jadi mbrebes yo mataku dengar lagu Tanah Air,” tulisnya.

 

Sebenarnya bukan itu saja yang mbuat saya tertarik menulis tentang Andrea. Tetapi juga karena dia disebut-sebut cicit W.R. Supratman. 

Benarkah?

 

Sepengetahuan saya, pencipta lagu Indonesia Raya itu tidak pernah menikah. Itu bisa diketahui dalam literatur  sejarah bangsa ini.  

 

Akhirnya, setelah browsing di internet, saya menemukan silsilahnya. Andrea mengaku keturunan dari kakak kandung W.R. Supratman.

 

”Aku keturunan Mbah Ngadini Supratini, Kakak kandungnya (W.R. Supratman),” aku Andrea seperti dilansir dari Tribunnews.

 

Yang jelas Andrea memang hebat. Juni lalu  menjadi buah bibir di media massa. Dia keluar masuk studio televisi. Untuk memenuhi undangan program-program talkshow.  

 

Itu karena lagu ciptaannya ”Who We Are” baru saja berhasil menjadi juara pertama. Dalam kompetisi menulis lagu bertajuk Young Songwriter Competition 2019. Di London. Untuk kategori internasional. 

 

Kebahagiannya kala itu sempat ditunjukkannya melalui Instagramnya @andreapturk.

 

”I’m happy to share with you that I’m taking first place home!!! THANK YOU SO MUCH,” tulisnya.

Atas prestasinya itu, banyak musisi Indonesia ternama yang mau berkolaborasi dengannya. Seperti Dewa Budjana, Iga Massardi, dan Eka Gustiwana. Tidak hanya itu. Dia juga diterima di beberapa universitas di Inggris dan Amerika. Tinggal pilih. 

Andrea adalah tamatan SMA Australian Independent School Jakarta. 

 

Andrea setidaknya memenuhi harapan Iwan Fals. Juga harapan kita semua. ”Bangunlah Putra Putri Pertiwi” tulis Iwan Fals dalam sebuah lirik lagunya berikut ini. 

Mentari pagi sudah membumbung tinggi

Bangunlah putra putri ibu pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita berjanji

Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut

Sang saka bukan sandang pembalut

Dan coba kau dengarkan

Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut

Yang hanya berisikan harapan

Yang hanya berisikan khayalan.(Wirahadikusumah)