JawaPos.com -Pascakejadian Aiptu Erwin terbakar saat mengamankan unjuk rasa di depan kantor Pemda Kabupaten Cianjur, banyak bermunculan kabar bohong atau hoax yang beredar di media sosial (medsos) dan grup Whatsapp. Namun, berita kebohongan yang menyebut anggota Polri itu meninggal dunia langsung dibantah Polda Jawa Barat.

Berita Hoax tersebut, salah satunya adalah berisi tentang kabar bahwa korban Aiptu Erwin yang mengalami luka bakar parah meninggal dunia. Kabar bohong alias hoax ini menyebar cepat melalui pesan singkat Whatsapp.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pesan berantai yang menyebut Aiptu Erwin meninggal dunia adalah bohong.

“Polisi bakal menindak tegas pelaku yang menyebarkan kabar hoax tersebut. Saya mengimbau dan mengecam beberapa hoaks ataupun berita bohong tentang korban anggota Polri ini (Aiptu Erwin) meninggal dunia,” tegas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko seperti dilansir PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Jumat (16/8).

Salah seorang anggota Polres Cianjur terbakar saat berusaha mengamankan aksi mahasiswa, Kamis (15/8). Foto Pojoksatu

Trunoyudo menambahkan, kondisi anggota Polri saat ini tengah dirawat intensif.  Ia meminta masyarakat untuk tidak kembali menyebarkan berita hoax terkait meninggalnya Aiptu Erwin. Pihaknya mengingatkan ada sanksi jika kembali ditemukan penyebaran berita bohong.

“Mereka masih mendapatkan perawatan intensif. Keempat anggota dalam penanganan medis. Tentu ada sanksi nenyebarkan berita bohong ini (hoax), karena dapat menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkas dia.