Jafri Sastra dipecat dari jabatan sebagai pelatih PSIS Semarang. (Angger Bondan/Jawa Pos)

RADARSEMARANG.COM – Jafri Sastra sejatinya akan melakukan reuni. Yakni ketika timnya, PSIS Semarang, bertamu ke kandang Semen Padang di Stadion H. Agus Salim pada 16 Agustus.

Sayang, Jafri harus mengubur impiannya menghadapi mantan tim sekaligus kampung halamannya itu. Sebab, kontraknya sebagai pelatih PSIS tidak berlanjut. Tiga kekalahan beruntun membuat kesabaran manajemen PSIS habis. Mereka memutuskan untuk mengakhiri kontrak Jafri Sastra. Dia menjadi pelatih ketujuh yang melepas jabatannya di Liga 1 musim ini.

Keputusan itu harus dibuat. Sebab, tiga kekalahan tersebut dialami PSIS dalam laga kandang di Stadion Moch. Soebroto, Magelang. Yakni, kalah 0-1 oleh Persib Bandung (21/7), 0-2 saat menjamu Tira Persikabo (2/8), dan 1-3 oleh Persipura Jayapura (6/8). ’’Kami dalam posisi sulit. Dalam tiga laga home, kami menelan kekalahan. Karena itu, kami melakukan evaluasi terhadap pelatih,’’ kata Kairul Anwar, komisaris PT Mahesa Jenar Semarang.

Hasil buruk jelas berbanding terbalik dengan target manajemen Laskar Mahesa Jenar –julukan PSIS– yang menginginkan tim mampu menyapu bersih laga kandang. ’’Kalau memang ada lawan yang berat, paling tidak kami bisa imbang. Tapi, ternyata targetnya meleset. Karena itu, kami ambil tindakan,” tambah Kairul.

Keputusan itu juga sebagai jawaban atas aksi tidak puas suporter. Tiga kekalahan beruntun memang membuat fans PSIS Semarang hilang kesabaran. Dengan adanya keputusan tersebut, diharapkan suporter bisa kembali adem. Dengan demikian, dukungan kepada tim bisa kembali deras mengalir.

Sejatinya performa PSIS tak buruk-buruk amat. Dalam 12 laga, mereka meraih empat kemenangan, dua kali imbang, dan enam kekalahan. PSIS juga berada di papan tengah atau di tangga kesepuluh dengan meraih 14 poin. Meski begitu, manajemen PSIS tak mau mengambil risiko. Sebab, performa timnya memang tengah merosot.

Sebagai gantinya, posisi Jafri akan diisi sang asisten Widiyantoro. Nanti dia dibantu Direktur Akademi M. Ridwan dan Direktur Teknik Bambang Nurdiansyah. ’’Tiga orang nanti berkolaborasi menangani tim,’’ kata Kairul. Meski pelatih berstatus karteker, manajemen tetap menargetkan hasil maksimal setidaknya hingga ada pelatih baru.

Soal pelatih baru, manajemen PSIS tak mau buru-buru. Mereka sudah memiliki beberapa nama yang dibidik. Namun, mereka masih menutup rapat siapa saja calon pengganti Jafri. ’’Untuk siapa pelaih baru, kami belum bisa sampaikan.Yang pasti, ada. Tapi, kami tak ingin gegabah mengambil keputusan,’’ terang Kairul. (jpc/ap)