CEREBRAL palsy membuat raganya kaku, tapi tidak dengan jiwanya. Adelina Setiawan selalu bangkit dan tidak patah semangat.

WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya

Sebagian jari tangannya kaku di atas keyboard. Matanya tajam menatap layar berukuran 20 inci. Penuh konsentrasi, dia menirukan chord yang terdengar dari dua speaker di depannya. Terus mencoba, tapi tak bisa. Alunan nada itu terlalu cepat bagi dia. Apalagi hanya menggunakan tiga jari tangan kanannya.

Jari kelingking tangan kirinya kadang digunakan, tapi tidak sering. Tangan kiri itu lebih banyak dia tempatkan di atas paha. Sesekali lirik lagu terucap samar dari bibir perempuan berkacamata itu. ”Ku bisa gila,” ucapnya dengan terbata sembari memainkan keyboard yang ada di depannya Nada yang keluar dari keyboard yang dia mainkan memang tidak sempurna. Tapi, tidak dengan ingatannya, dia hafal semua penggalan lirik lagu Ku Bisa Gila. Termasuk nadanya.

Perempuan itu memang tidak sempurna secara fisik. Tapi, tidak berarti tak mampu berkarya. Dia adalah Adelina Setiawan. Kegemaran yang sekarang menjadi profesinya sudah jelas, pencipta lagu. Salah satu lagu ciptaannya berjudul Ku Bisa Gila.

Cerebral palsy telah bersemayam di tubuhnya sejak bayi. Dia lahir prematur saat usia kandungan sang ibu masih tujuh bulan. Adelina tidak lahir sendirian. Ada kembarannya, Adelia Setiawan. Namun, takdir berkata lain, saat perawatan di inkubator, tubuh Adelina membiru. Mungkin saat itu terjadi gangguan aliran oksigen pada tubuhnya.

Setelah diperiksa, ternyata beberapa bagian otaknya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Vonis dokter, cerebral palsy. Akibatnya, saraf motoriknya terganggu. Hal itulah yang membuat tubuh Adelina kaku dan sulit digerakkan. Termasuk jari-jari di kedua tangannya.

Duduk di atas kursi pun butuh perjuangan. Tak bisa sendirian, harus ada yang membantu. Sebab, badannya harus diangkat, lalu sedikit dibopong ke atas, kemudian disandarkan ke kursi. Kalau sudah nyaman, Adelina akan memberikan kode. ”Sudah oke,” tuturnya

Namun, Adelina berniat mengalahkan keterbatasannya itu. Berawal dari mendengarkan musik sejak berusia 8 tahun, imajinasi gadis berzodiak Aquarius itu bergejolak. Pada 2012 dia berhasil membuat lagu berjudul Ku Bisa Gila.

Lagu itu berawal dari kekaguman terhadap kakak kelasnya yang sangat pandai saat dia kelas XI SMA. Lantas, dia mulai menjadi stalker, termasuk mencari tahu segala sesuai tentang kehidupan kakak kelasnya tersebut. Dari situlah lirik itu tercipta.

Adelina seolah menemukan dunianya. Menciptakan lagu. Kerja kerasnya itu juga mengantarkannya bertemu sang idola, Anggun C. Sasmi, awal tahun ini. Dia juga ingin menciptakan lagu yang bisa dilantunkan Anggun. Hal itu memang belum kesampaian. Tetapi, Adelina sudah mendapatkan pesanan lagu dari seorang penyanyi ternama lain. ”Senang rasanya dan nggak nyangka,” kata Adelina, lantas tersenyum. Sudah lima lagu yang diciptakan. Semua lagu itu dimasukkan dalam satu album berlabel I.

Produsernya, Samuel Respati, menyebutkan bahwa lirik dan pemilihan chord Adelina tergolong unik dan keren. ”Semua ide chord dan lirik dari Adelina. Saya dan tim hanya menyempurnakan. Itu pun kadang saat nadanya nggak pas, dia pasti bilang,” kata lelaki yang akrab dipanggil Tommy itu.