Marcha Sharapova Rusli, Pemenang Putri Cilik Indonesia 2019

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

KALI pertama mengikuti kontes kecantikan, Marcha langsung menuai kemenangan. Dia dinobatkan sebagai Putri Cilik Indonesia 2019 dengan menyingkirkan 34 finalis lain. Bagi Marcha, prestasi itu merupakan sebuah capaian tersendiri.

NURUL KOMARIYAH, Surabaya

Ada benarnya kalau nama adalah doa. Saat lahir ke dunia pada 4 Maret 2007, orang tua Marcha menyelipkan tambahan Sharapova di tengah-tengah nama lengkapnya. Nama itu tidak lain diambil dari nama belakang petenis dunia terkemuka, Maria Yuryevna Sharapova. Dia adalah orang pertama Rusia yang memenangi turnamen tenis bergengsi Wimbledon.

Menyelipkan nama tersebut dimaksudkan sebagai harapan agar Marcha tumbuh menjadi gadis cantik yang cerdas dan berprestasi. Salah satu prestasi terbaru yang dikukuhkan Marcha adalah berhasil menggondol mahkota Putri Cilik Indonesia 2019.

Dia kali pertama menjajal kontes tersebut dan langsung mencuri hati juri serta masyarakat Indonesia. Sebab, Marcha juga menyabet gelar sebagai Miss Popularity yang dinilai dari dukungan di media sosial.

Meski berlabel kontes kecantikan untuk anak usia 9–12 tahun, penilaian secara keseluruhan melibatkan aspek prestasi akademik dan wawasan yang luas dari para peserta. Aspek-aspek tersebut menjadi syarat mutlak.

’’Bukan cuma ajang kecantikan, tapi juga brain. Si Marcha ini memang akademik di sekolah selalu bagus,’’ ujar Felly Chandra, nenek Marcha yang ikut menemani cucu kesayangannya ngobrol dengan Jawa Pos di Lenmarc Mall awal pekan lalu.

Salah satu prestasi sekolah yang kentara di setiap tahun adalah gelar sebagai outstanding student. Gelar tersebut didapat Marcha sejak duduk di bangku TK B hingga kelas VI di SD Cita Hati. ’’Ada beberapa anak di kelas yang dapat gelar itu. Dinilai dari akademik dan tingkah laku. Tapi, kalau academic achievement atau juara I, aku pernah dapat di kelas III–V,’’ jelas Marcha.

Felly menyatakan, Marcha adalah tipikal anak yang fokus dan tekun. ’’Kalau sudah mau sesuatu, pasti dikejar betul dengan serius. Tekad sama kemauannya kuat,’’ ungkapnya. Selain itu, dia melihat adanya inisiatif yang besar dalam diri Marcha. Dengan begitu, apa pun yang jadi tanggung jawabnya, terutama yang berkaitan dengan tugas-tugas sekolah, pasti segera dikerjakan tanpa disuruh.

Gadis yang punya saudara kembar bernama Ingvar Abramovich Rusli itu memang terbiasa sibuk. Dia pernah didapuk sebagai bintang iklan beberapa brand susu maupun pakaian. Selain itu, Marcha tercatat pernah membintangi web series serta menelurkan album anak-anak bersama beberapa penyanyi cilik dari Jakarta dan Surabaya. Bahkan, jauh sebelum mengikuti kontes Putri Cilik Indonesia, dia lebih dulu dikenal sebagai selebgram squishy yang punya ratusan fan base.

Banyaknya kegiatan pemotretan hingga syuting membentuk Marcha menjadi remaja yang pandai mengatur waktu dan punya kesadaran tanggung jawab yang besar. ’’Aku sekarang lebih ke arah influencer dan pengusaha fashion muda,’’ ucap pemilik tinggi 158 sentimeter dan berat badan 40 kilogram itu.

Ya, di akun Instagram-nya yang kini punya 351 ribu pengikut, Marcha ingin memberikan pengaruh positif. Bagi dia, ada kunci lain keberhasilan selain tekun, ulet, dan fokus. Yakni, berani mencoba sehingga tahu apa yang mesti dibenahi dan disempurnakan. ’’Nggak apa-apa dimulai dari hal yang simpel. Nanti bisa di-improve. Yang penting mencoba dulu,’’ tegas gadis 12 tahun tersebut.

Berhasil meraih gelar Putri Cilik Indonesia 2019 dianggap sebagai pintu pembuka pada hal yang lebih besar. Marcha ingin ikut andil mengurangi bullying. Dia juga berharap punya kesempatan di kancah dunia untuk memamerkan konsep kebinekaan di Indonesia.

Tema Bhineka Tunggal Ika sendiri merupakan pidato yang mengantarnya dari lima besar menjadi pemenang. Pada malam final di Jakarta pada 11 Juli lalu, dia ditanya cara menginspirasi jika berhasil menang. Dengan tegas dan tanpa ragu, Marcha ingin membawa pesan keberagaman yang rukun dan damai. 

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -