33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Mobil Listrik Lowo Ireng Reborn Milik ITS Mampu Melaju 200 Km per Jam

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

PUSAT Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meluncurkan dua mobil listrik terbaru. Satu kata untuk menggambarkannya, keren!

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

Duakendaraan listrik dipamerkan tepat di depan Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kemarin (18/7). Mobil berjenis sport dan Limosin (5Sin) itu sangat mentereng. Apalagi, mobil sport tersebut merupakan hasil reborn dari mobil Lowo Ireng. Berwarna hitam mengilat, mobil terbuka itu sangat gagah.

Rektor ITS Prof Mochamad Ashari pun sudah tidak sabar untuk segera menunggangi dua mobil listrik tersebut. Guru besar departemen teknologi elektro tersebut langsung menjajal Lowo Ireng Reborn didampingi oleh Danar Isa, mahasiswa yang juga tim Lowo Ireng Reborn. Mereka berkeliling halaman gedung rektorat dengan bangga.

’’Ini kami launching untuk yang lebih besar. Selain sudah dikonversi menjadi kendaraan listrik, 90 persen bodi Lowo Ireng Reborn ini dibuat ITS sendiri,” kata Ashari setelah menjajal dua mobil listrik terbaru tersebut.

Ya, mobil sport Lowo Ireng Reborn tersebut sejatinya bukan mobil baru. Pada 2014 mobil Lowo Ireng sudah diluncurkan. Namun, saat itu bahan bakar yang digunakan masih bensin. Kemudian, tahun ini mobil Lowo Ireng tersebut dikembangkan menjadi mobil listrik. Namanya pun berubah menjadi Lowo Ireng Reborn.

Direktur PUI-SKO IOTS Dr Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, bodi mobil sport Lowo Ireng Reborn itu tidak berubah. Yang berubah hanya bahan bakar. ’’Jadi ramah lingkungan, menyusul kendaraan listrik lainnya,’’ ungkapnya.

Nur menjelaskan, Lowo Ireng diambil dari bahasa Jawa yang berarti kelelawar hitam. Alasannya, ketika memproduksi mobil Lowo Ireng, tim mengerjakannya saat malam. Konsepnya pun mobil sport dengan desain bodi mirip kelelawar. ’’Mobil ini lama kami kembangkan sejak 2014. Tahun ini kami konversikan sejak Januari,” ucapnya Bukan hanya itu, mobil sport Lowo Ireng Reborn juga menggunakan teknologi terbaru. Kontroler yang digunakan dalam mobil tersebut 200 kWh. Baterainya pun sangat ringan, yakni 20 kWh, sehingga bisa menempuh 100–200 kilometer per jam. ’’Lebih hemat baterai karena sangat ringan,’’ tuturnya.

MODA WISATA: Tim mobil listrik ITS menaiki Limosin alias 5Sin kemarin. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

Dua mobil tersebut juga tengah dipersiapkan untuk event Jambore Kendaraan Listrik Nasional yang akan dimulai pada 28 Agustus. Bukan hanya mobil Lowo Ireng Reborn dan Limosin, ada tujuh kendaraan listrik lain yang akan diikutkan dalam event itu. ’’Nanti start dari ITS akan perjalanan menuju Jakarta,’’ ujar Nur.

Nur menyatakan, rally kendaraan listrik dari Surabaya menuju Jakarta tersebut bertujuan mengenalkan kepada masyarakat hasil riset yang telah dikerjakan ITS. Bukan hanya ITS, banyak institusi lain yang mengembangkan kendaraan listrik dalam acara tersebut. ’’Siapa saja yang mengembangkan riset kendaraan listrik diharapkan bisa ikut,’’ katanya.

Jambore Kendaraan Listrik Nasional tersebut bekerja sama dengan BPPT dan Kemenristekdikti. Di Jakarta, juga akan ada pameran kendaraan listrik. Sementara itu, mobil Limosin, lanjut dia, didesain sebagai mobil wisata. Mobil tersebut dapat digunakan untuk shuttle atau angkutan kota. ’’Hal itu tentu akan membantu mengurangi polusi udara seperti di Kota Surabaya ini,” jelasnya.

Heri Suryoatmojo, ketua peneliti Lowo Ireng Reborn, mengatakan bahwa mobil yang dibuat dengan anggaran miliaran rupiah tersebut menggunakan teknologi baterai lithium ion berkapasitas 20 kWh. Teknologi utama lain yang digunakan, yakni controller/inverter, battery management system, dan interface vehicle unit,dibuat langsung oleh tim peneliti dan mahasiswa ITS. ’’Hanya 10 persen yang masih harus impor ke luar negeri. Sisanya kami bikin sendiri,’’ ujarnya.

Menurut dia, Lowo Ireng Reborn memiliki kecepatan lebih dari 160 kilometer/jam. Sebab, torsi pada motor listrik yang digunakan 200 newtonmeter (nm) dengan transmisi triptonic. Sementara itu, proses pengisian daya dari nol hingga penuh hanya memakan waktu 3–4 jam dengan daya 7,7 kilowatt (kw).

Lowo Ireng Reborn

– Pengembangan dari Lowo Ireng yang diluncurkan pada 2014.

– Sebelumnya berbahan bakar bensin, sekarang listrik.

– Ramah lingkungan.

– Controller hingga 200 kWh.

– Baterai 20 kWh.

– Kecepatan bisa 100–200 km/jam

Limusin (5Sin)

– Didesain sebagai mobil wisata.

– Dapat digunakan untuk shuttle atau angkutan kota.

– Berteknologi baterai lithium ion dengan kapasitas 20 kWh.

– 90 persen teknologi dibikin ITS sendiri.

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sudah Habis, Baru Disegel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Setelah surat perintah penghentian pekerjaan pembongkaran (SP4) tidak digubris oleh kepala proyek pembongkaran, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Tata Ruang (Distaru) melayangkan surat...

Dolan Kudus, Menristek Jajal Motor Custom

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Dolan ke Kudus, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Dikti Mohamad Nasir mengunjungi berbagai tempat. Mulai dari mencoba naik motor custom di...

Kades Jambearum Diminta Mundur

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Puluhan warga desa Jambuarum, Kecamatan Patebon melakukan aksi unjuk rasa depan kantor Bupati Kendal. Mereka menuntut supaya Kepala Desa (Kades) setempat...

Justru Rekrut Personel yang Tak Punya Bakat Bermusik

Saya hanya meneruskan apa yang sudah diajarkan Bapak. Saya tidak mengubah apapun, kecuali menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ungkapnya. RADARSEMARANG.COM - Nasida Ria, grup kasidah modern...

Longsor Timpa Satu Rumah

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG - Musibah longsor terjadi di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Longsor tersebut menimpa satu rumah warga milik Khosiin, 52, di RT...

26 Petugas Tiket dan 20 Sopir BRT Dipecat

SEMARANG- Memasuki usia delapan tahun beroperasi, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang masih terus berbenah. Dalam waktu dekat, ada dua program layanan plus yang...