33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Viral Remaja Meninggal Dipukuli Polisi di Masjid, Polri: Hoax!

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

JawaPos.com – Kabar bohong alias hoax kembali tersiar pasca kerusuhan 22 Mei 2019 yang pecah dibeberapa titik wilayah DKI Jakarta. Terbaru viral kabar seorang anak di bawah umur dipukuli petugas keamanan hingga tewas di depan masjid Al Huda Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan kabar tersebut adalah hoax. Peristiwa sesungguhnya tidak seperti yang viral di media sosial.

“Kami bisa buktikan akun tersebut sebagai penyebar berita hoax. Akan kami tindaklanjuti,” ujar Dedi di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Sabtu (25/5).

Dedi menerangkan, dalam video yang viral itu polisi tengah menciduk salah satu perusuh. Tersangka juga dipastikan bukan remaja itu. Namun, kabar yang viral di media sosial sudah dibesar-besarkan dan tidak sesuai fakta.

“Pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir,” jelasnya.

“Kabar hoax yang disebarkan di akun twitter adalah bukan foto yang bersangkutan. Kami tahu ada yang menempel video tersebut dengan gambar korban lainnya. Tidak benar kalau korban adalah anak 16 tahun,” lanjutnya.

Viral video polisi pukuli remaja hingga meninggal dunia di Masjid. (Istimewa)

Diketahui, Andri Bibir sendiri berperan sebagai pemasok batu untuk para pendemo. Sehingga dia diamankan petugas dan dilakukan penahan oleh Polda Metro Jaya.

“Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota, langsung dia mau kabur karena merasa salah, ketakutan dia. Dikepung oleh anggota pengamanan,” kata Dedi.

Andri Bibir sendiri membenarkan jika orang dalam video yang viral itu adalah dirinya. Saat itu dia hendak melarikan diri, namun nasib apes malah tertangkap oleh anggota Brimob.

“Saat itu saya memang mau melarikan diri, tapi di belakang ada Brimob dan saya kembali lagi ke lapangan itu. Dan ternyata saat itu saya ditangkap,” ucap Andri Bibir di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Sabtu (25/5).

Andri mengatakan, alasannya ikut membantu pendemo mengumpulkan batu hanya sebatas ikut-ikutan. Sebab dia merasa kesal ketika terkena gas air mata petugas.

“Awalnya saya ikut-ikutan dan di situ saya kena gas air mata, saya sakit hati dan saya membantu supaya pendemo semakin lebih mudah untuk mendapatkan batu,” terangnya.

Viralnya video penangkapannya lantas membuat Andri Bibir khawatir. Ia takut keluarga dan rekan-rekannya menganggapnya sudah meninggal. “Untuk teman, rekan atau keluarga yang melihat video itu, itu saya dan saya belum meninggal,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Ujaran Kebencian Mengancam Keutuhan Bangsa

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ujaran kebencian yang dibungkus dalam berita bohong atau hoax berpotensi mengancam keutuhan bangsa. Karena itu, warga haruslah lebih berhati hati dalam...

Kabar Bunuh Diri Keliru Lokasi

JawaPos.com - Sebuah video tentang pemuda yang bunuh diri sedang viral. Kabar itu menyebar di berbagai grup WhatsApp sejak Selasa, 5 Maret 2019. Dalam...

Usulkan Membatik Jadi Muatan Lokal

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Wali Kota Yuliyanto mengusulkan agar ketrampilan membatik menjadi salah satu muatan lokal (mulok) kota pada jenjang sekolah di kota Salatiga. Pengenalan...

Culik dan Peras Residivis

BATANG - Polres Batang berhasil menangkap enam pelaku tindak kejahatan penculikan disertai kekerasan yang terjadi pada Minggu (2/4) lalu di Desa Pasusukan, Kecamatan Bawang....

DPRD Gelar Halal Bihalal Jelang Pilkada Serentak 2018

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Magelang menggelar Halal Bihalal dengan Forkompimda Kabupaten Magelang dan SKPD serta para pemangku kepentingan di lingkungan Pemkab Magelang. Ketua DPRD Kabupaten...

Strategi Pengembangan Pengelolaan Laboratorium di Sekolah

RADARSEMARANG.COM - DALAM pembelajaran inkuiri siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan ilmiah, misalnya mengamati, mengumpulkan data, mengajukan pertanyaan, menyusun hipotesis, merancang eksperimen, maupun menarik kesimpulan....