33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Ketika Rumah Menteri Basuki Hadimuljono Kena Gusur Proyek Tol Becakayu

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Kediaman pribadi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bekasi masuk jalur pembangunan tol Becakayu. Saat kali pertama diberi tahu soal itu, dia menjawab santai, “Ya terusin.”

AGAS P. HARTANTO, BekasiSHABRINA PARAMACITRA, Jakarta

LETAK perumahan itu terbilang strategis. Dekat dengan sebuah rumah sakit, punya akses mudah ke tol Jakarta-Cikampek, dan hanya butuh 13 menit menuju Stasiun Bekasi, Jawa Barat.

Lingkungan perumahan yang dihuni 78 kepala keluarga itu juga tampak asri. Di sepanjang sisi kanan kiri jalan kompleks berdiri pepohonan yang cukup rindang. Cukup membuat teduh siapa pun yang melintas.

Di kompleks itulah rumah pribadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berada. Dan, kompleks tersebut masuk jalur pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Artinya, harus siap digusur. Padahal, Basuki bisa dibilang adalah ujung tombak pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam bidang infrastruktur.

“Kami nggak menolak proyek tol, tapi kalau bisa dibelokkan. Harga tanah berapa sih? Yang mahal itu kedamaian kami di sini, kenyamanan kami,” ucap Helmi Amar, ketua RT 4, RW 12, Kompleks Pengairan, Rawa Semut, di rumahnya kemarin.

Apalagi, mayoritas penghuninya adalah pensiunan pegawai PUPR yang sudah sejak 1990 menempati perumahan itu. Bahkan, mayoritas rumah di sana sudah berstatus hak milik. Bagi warga kompleks, sulit memang rasanya meninggalkan begitu saja rumah yang sudah mereka huni selama 29 tahun tersebut.

Termasuk Menteri Basuki. Rumahnya berada di blok A. Menghadap tanggul Sungai Kalimalang yang berada di sisi utara. Helmi menjelaskan, sampai saat ini belum ada kabar pasti mengenai adanya penggusuran. Memang, beberapa bulan lalu salah seorang warganya melapor ada petugas yang melakukan pengukuran di sekitar kompleks.

“Apa itu, Pak? Kok ada yang ngukur-ngukur? Ya saya jawab, ya tidak apa-apa ngukur saja,” candanya.

Malah, pria 71 tahun itu mengetahui isu penggusuran tersebut dari media sosial. Termasuk cuitan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Helmi juga menceritakan, tahun lalu dirinya sempat diminta hadir dalam rapat di Dinas Lingkungan Bekasi. Katanya, seluruh kompleks kena gusur. Pihak dinas ingin membahas analisis mengenai dampak lingkungan.

“Tapi, sekarang tidak jelas ini hasilnya. Untuk pembebasan lahan belum ada, tahunya dari isu-isu aja,” ujarnya.

Lantas, kalau penggusuran benar terjadi bagaimana? Helmi tak mempermasalahkan. “Kami menyesuaikan, yang jelas harus ganti untung. Maunya yang pantas aja. Tidak mengada-ada,” terang Helmi.

Aan Darmawan, salah seorang warga Kompleks Pengairan, Rawa Semut, mengaku, belum ada sosialisasi mengenai penggusuran akibat pembangunan tol Becakayu. Menurut pengetahuan dia, menjelang pilpres lalu proyek tersebut dihentikan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

“Ada rapat dengan Dinas PU Kota Bekasi, infonya pembangunannya baru sampai simpang BCP (Bekasi Cyber Park). Dari situ belum ada instruksi untuk melanjutkan dan belum boleh sampai di sini,” katanya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Dok. JawaPos.com)

Di sisi lain, Basuki Hadimuljono santai saja menanggapi kabar rumahnya yang bisa kena gusur. Dia hanya ketawa-ketiwi ketika diminta tanggapan.

“Hehehe…,” selorohnya ketika ditanya wartawan ke mana dia akan pindah setelah rapat koordinasi pemindahan ibu kota di kantor Bappenas, Jakarta, kemarin (15/5).

Basuki selama ini memang dikenal sebagai menteri yang “nyentrik.” Tak cuma doyan musik, tapi juga gemar guyon. Bahkan, konon disebut “menteri paling jenaka”.

Alumnus SMAN 5 Surabaya itu, misalnya, pernah jadi bintang tamu dalam acara bincang televisi Mata Najwa bertajuk Polah Jenaka Menteri Kabinet Jokowi. Dia juga dikenal dekat dengan komedian Cak Lontong yang juga alumnus SMA yang sama.

Seusai rapat koordinasi di kantor Bappenas kemarin, ekspresi wajahnya terlihat sangat santai. Lempeng. Tak ada beban, tak ada hambatan, seperti jalan tol yang biasa dia bangun selama ini.

Proyek infrastruktur memang salah satu andalan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Tersambungnya Jakarta sampai Surabaya lewat tol adalah salah satu capaiannya. Dan, Basuki berperan besar di situ.

Tol Becakayu akan dibangun sampai ke arah Tambun di Jakarta Timur. Kebetulan, rumah Basuki di Kalimalang bakal dilewati tol tersebut. Jarak yang dibutuhkan mulai tepian tol hingga fasilitas lain di luar tol adalah 24,7 meter.

“Rumah saya dari saluran Kalimalang, pagarnya, cuma 15 meter. Jadi kena semua,” tutur drumer Elek Yo Band, band yang beranggota para menteri, itu.

Basuki mengaku santai saja ketika menerima penjabaran rencana pembangunan tol dari PT Waskita Karya, perseroan yang akan membangun tol. “Waktu saya tanya jalurnya di mana, mereka jawab, ini Pak jalurnya. Ya sudah, terusin. Karena mungkin ini memang jalur yang optimal,” ujarnya.

Meski, di dalam hatinya, dia tahu jalur itu akan menggusur rumahnya. Basuki sama sekali tak keberatan dan langsung menerima rencana pembangunan tol tersebut.

Saat ini penggusuran belum dilakukan karena masih dalam tahap sosialisasi. Ganti rugi juga belum dilakukan. Namun, Basuki sudah menerima surat dari Pemkot Bekasi mengenai rencana penggusuran itu.

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...