Eko Purwito baru dapat tiket Liverpool versus Barcelona di detik-detik terakhir di Anfield. Sayang sang istri tak bisa mendampingi karena berpulang Maret lalu akibat kanker getah bening.

APRIDIO ANANTA, Surabaya

BERMULA dari salah perhitungan malah jadi saksi salah satu comeback terhebat dalam sejarah sepak bola. Itulah keberuntungan yang memayungi Eko Purwito Hidayat.

Awalnya Eko bermaksud mengikuti tur Bigreds (komunitas resmi penggemar Liverpool di Indonesia 2019 untuk matchday pemungkas Liverpool di Premier League musim ini. Yang akan dihadapi adalah Wolverhampton Wanderers pada Sabtu (12/5).

Semua langsung dia urus sejak akhir tahun lalu. Mulai tiket pertandingan, tiket pesawat, hingga akomodasi. Tiket keberangkatan dia pesan untuk tanggal 8 Mei.

Tapi, setelah Liverpool memastikan lolos ke semifinal Liga Champions menyusul kemenangan 4-1 atas FC Porto pada 18 April, dia berubah pikiran. Ingin mempercepat keberangkatan sehari menjadi 7 Mei karena bermaksud menonton laga Liverpool versus Barcelona.

Eko yang sebelumnya sudah tiga kali menonton ke Anfield bertanya sana sini ke pengurus Bigreds, komunitas resmi penggemar Liverpool di Indonesia, untuk tiket kontra Barca. Tak seorang pun punya akses.

Dia pun mencoba cara berikutnya: mengakses web tiket hospitality. Tapi, web tersebut sempat down. Dan, tiket sold out hanya dalam waktu 15 menit.

Mengharapkan tiket reguler untuk laga semifinal Liga Champions bisa dibilang bak mimpi di siang bolong. Sebab, Eko tidak memenuhi syarat. Ya, kans mendapat tiket reguler bisa didapat jika sudah pernah nonton langsung di Anfield minimal 3 laga Liga Champions musim ini.

Akhirnya Eko pun tetap nekat berangkat ke Anfield bersama dua rekan, Nanang Akhmad dan Erwin Saleh. Dengan mengubah jadwal keberangkatan menjadi 7 Mei.

Tentu saja tidak murah. Padahal, andai berangkat sesuai jadwal pada 8 Mei, pria 38 tahun itu sudah dapat tiket promo murah. itu belum ditambah urusan ubah jadwal tiket kereta, booking hotel, dan pembengkakan pengeluaran. “Kalaupun nggak dapet tiket, ya ngemper aja di Anfield. Atau nonton di pub atau kafe dekat Anfield yang penting dapet atmosfernya,” kata bapak satu anak itu.

Dan, setibanya di London di satu hari sebelum laga Liverpool versus Barcelona, tiket pertandingan belum didapat. Eko kemudian kembali berselancar di dunia maya. Masuk ke grup-grup Facebook dan Twitter, tentunya dengan sangat hati-hati karena modus penipuan sangat banyak.

Benar saja, dia ditipu seseorang. Tapi, karena transaksi via PayPal, dana bisa kembali lain hari. Kemudian berjumpa dengan penjual tiket di Twitter. Seorang pria keturunan Pakistan. Dia punya dua tiket di upper main stand.

Hari H dia langsung ke Anfield dan tiket masih belum di tangan. Sekitar 2 jam sebelum laga, pria Pakistan tersebut datang. Ternyata tiket yang dia jual itu asli. Eko pun akhirnya bisa nonton langsung Liverpool di Anfield untuk kali keempat.

Dari keempat kesempatan itu, atmosfer melawan Barca paling gila. Apalagi, Liverpool menang 4-0 setelah kalah 0-3 di leg pertama. “Saya serasa berada di sebuah keluarga superbesar yang sedang berbahagia,” kata Eko.

Tapi, euforianya menikmati malam bersejarah Liverpool tidak lengkap. Sebab, seharusnya dia menikmatinya bersama sang istri, Salina Febriany.

ABADI DI ANFIELD STONE: Eko Purwito Hidayat di Anfield, kandang Liverpool (8/5). Nama Eko, anak, dan almarhumah istrinya diabadikan di Anfield Stone. (EKO PURWITO HIDAYAT FOR JAWA POS)

Belahan jiwanya itu meninggal pada 23 Maret 2019 karena kanker getah bening. Mirisnya, Salina meninggal bertepatan dengan hari ulang tahun Eko yang ke-38.

Eko mengaku bahwa spirit sang istri tetap terasa pada kunjungannya kali ini di Anfield. Sebab, nama dia dan istri plus sang anak, Ayaskara Ardiningrum, diabadikan di Anfield Stone yang ada di halaman depan Anfield.

Pemesanan Anfield Stone dilakukan pada 2016. Dan, jumlahnya hanya dibatasi sekitar 1.000 batu. Eko dan keluarga kecilnya termasuk yang beruntung. “Saya pernah sama istri ke Anfield pada 2017 setelah Anfield Stone jadi. Itu jadi yang pertama dan terakhir dia ke sana,” ucap Eko.

Ada satu keajaiban lagi yang dinanti Eko. Ya, menyambut Liverpool juara Premier League pertama sejak 29 tahun lalu. Syaratnya, The Reds harus menang melawan Wolves sedangkan Manchester City tidak menang melawan Watford di waktu yang sama. “Istri selalu dukung saya untuk sedekah ke anak yatim. Kalau Liverpool juara Premier League, itu yang akan saya lakukan,” katanya.