RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang berjaya dalam Lomba Kampung Hebat 2018-2019. Dua kampung di wilayah ini meraih gelar juara satu di kategori masing-masing. RW 5 menjadi jawara di kategori Kampung Sehat dan RW 7 terbaik di kategori Kampung Rukun dan Aman. Dengan demikian, Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang berhak menyandang predikat Kelurahan Best of The Best.

Pemenang lainnya, RW 10 Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan menjadi juara pertama di kategori Kampung Bersih dan Hijau, RW 4 Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan pemenang Kampung Kreatif dan Inovatif. Selanjutnya, RW 5 Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati berjaya di kategori PKK, Kelurahan Pandean Lamper Kecamatan Gayamsari di kategori Kantor Kelurahan dan gelar personal diraih Indun Wastuti dari Kelurahan Lamper Tengah Kecamatan Semarang Barat. (hasil selengkapnya lihat grafis)

“Tentunya ini merupakan kebanggaan dan kegembiraan bagi masyarakat Mangunharjo,” ujar Lurah Mangunharjo Kecamatan Tembalang Yuliatun. Rasa bangga tersebut semakin meningkat manakala piagam pemenang langsung diberikan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat peringatan HUT ke-472 Kota Semarang di halaman Gedung Balaikota Semarang, Kamis (2/5).

Ia menjelaskan, warga benar-benar bersemangat mengikuti Lomba Kampung Hebat. Dan kategori yang diikuti memang benar adanya alias tidak dibuat-buat. Seperti di Kampung Rukun dana Aman, sehari-hari memang menerapkan sistem sambung antar-RT.

Komunikasi antar-RT tersebut setiap malam terkoneksi ke pos atau gardu induk. Di gardu induk itulah warga setiap malam melakukan ronda. Partisipasi warga dalam nyengkuyung keamanan sangat tinggi.“Rencana ke depan akan ditambah CCTV per RT. Apalagi ada program dari Pak Wali Kota nanti setiap RT akan mendapatkan bantuan CCTV,” tuturnya.

Lurah Pandean Lamper Wiwara Mardikanti menilai lomba ini sangat bagus dan perlu dipertahankan. Jangka waktu kegiatan yang panjang, selama 7 bulan, membuat proses penilaian berkesinambungan. Warga tidak bisa berpura-pura membuat baik kampungnya saat akan dinilai saja. Dengan demikian akan kelihatan kelurahan dan warga mana yang benar-benar menyikapi bergerak bersama dan mana yang tidak. Warga akan saling berlomba berbenah diri untuk memajukan wilayah masing-masing.

“Lomba Kampung Hebat ini benar-benar kepanjangan tangan Bapak Wali Kota dalam menyukseskan Bergerak Bersama Menuju Semarang Semakin Hebat,” tutur Wiwara yang kelurahannya sukses mendapat predikat juara satu dan tiga.

Sementara peraih gelar personal Indun Wastuti mengaku terkejut dan bangga karena dipilih menjadi yang terbaik. Indun dipilih karena pertimbangan sebagai lansia yang sudah menginjak usia 73 tapi masih aktif menjadi penggerak warga di kampungnya. Ia aktif di PKK, Kelompok Wanita Tani, menjadi pembicara di berbagai acara kelurahan terkait kesehatan, ekonomi, UMKM dan lainnya.

“Pelaksanaan lomba Kampung Hebat tahun ini sangat menginspirasi masyarakat untuk membuat wilayahnya menjadi hebat dan berkembang secara kategori  masing-masing dan bisa membuat wilayah yang gersang menjadi ijo royo-royo, suasana aman dan tentram serta kondisi kantor yang semakin rapi dan menarik,” ujar Indun.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sangat mengapresiasi Lomba Kampung Hebat. Bahkan ia meminta lomba serupa terus dilaksanakan karena mampu memotivasi masyarakat untuk merawat kampungnya masing-masing agar tampil yang terbaik. Karenanya,  Hendi—sapaan intim—Hendrar Prihadi berharap lomba Kampung Hebat Kota Semarang 2019-2020 digelar lagi.

“Ini upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, juga media, dalam hal ini Jawa Pos Radar Semarang, dalam mewujudkan apa yang disebut dengan bergerak bersama menuju Semarang Semakin Hebat,” kata Hendi. Untuk itu, Hendi menyampaikan ucapan selamat kepada kampung-kampung yang memenangi lomba ini.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita G. Rahayu atas perhatian dan support-nya pada event  Lomba Kampung Hebat. “Kepada para pimpinan OPD, para asisten, lurah, camat, terkhusus Bagian Tata Pemerintahan, juga masyarakat Kota Semarang yang luar biasa hebat, kami juga sampaikan terima kasih yang tidak terhingga,” kata Baehaqi.

Lomba Kampung Hebat 2018-2019 telah berjalan mulai 1 Oktober 2018 hingga ditutup pada 2 Mei 2019. Total ada 296 kampung tersebar di 177 kelurahan di Kota Semarang yang ikut dalam lomba yang digelar Jawa Pos Radar Semarang dan Pemerintah Kota Semarang ini. Perinciannya, 96 kampung ikut kategori Kampung Bersih dan Hijau, 50 kampung untuk kategori Kampung Sehat, 75 kampung peserta kategori Kampung Kreatif dan Inovatif, 53 kampung sebagai Kampung Rukun dan Aman dan 22 kampung di kategori PKK Terbaik. Selain itu ada 31 kelurahan mendaftar kategori Kantor Kelurahan Terbaik dan 26 kategori Personal. Sehingga totalnya tim juri telah berkeliling menilai di 353 lokasi.

“Kami berharap semangat warga untuk membangun kampungnya masing-masing tidak terhenti dengan berakhirnya lomba kali ini. Sebab membangun kampung harus dilakukan setiap waktu, tidak hanya saat ada lomba saja,” jelas Ketua Panitia Sugiyanto Wiyono. (ewb/ton/ap)