RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Kota Semarang tetap menjadi kandang banteng. Pada Pemilu 17 April lalu, suara PDI Perjuangan di Kota Semarang naik sangat signifikan dibandingkan dengan Pemilu 2014. Data yang diperoleh dari DPC PDIP Kota Semarang, perolehan suara partai banteng moncong putih di Pemilu 2019 lalu naik menjadi 327.339 suara dari total daftar pemilih tetap 1.176.074.

“Pemilu 2014 kita mendapatkan 219.190 suara. Jadi, naik sekitar 49,34 persen,” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Kadarlusman kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pria yang akrab disapa Pilus ini merinci perolehan suara di masing-masing kecamatan rata-rata lebih dari 10 ribu suara. Untuk Kecamatan Tugu, perolehan PDIP mencapai 5.933 suara, Kecamatan Ngaliyan mendapat 224.484 suara, Kecamatan Mijen 13.566 suara, Kecamatan Gunungpati 18.928 suara, dan Kecamatan Gajahmungkur memperoleh 14.055 suara.

Selain itu, Kecamatan Banyumanik memperoleh 22.981 suara, Kecamatan Tembalang 33.233 suara, Kecamatan Semarang Utara 24.744 suara, Kecamatan Semarang Timur 17.713 suara, Kecamatan Semarang Tengah 16.361 suara, dan Kecamatan Semarang Barat 30.887 suara.

Wilayah lain, Kecamatan Semarang Selatan memperoleh 13.549 suara, Kecamatan Candisari 16.952 suara, Kecamatan Pedurungan 30.572 suara, Kecamatan Gayamsari 17.381 suara, dan Kecamatan Genuk meraih 28.000 suara.

Dijelaskan Pilus, kenaikan suara yang cukup signifikan tersebut dikarenakan partisipasi masyarakat Kota Semarang. Selain itu juga adanya Jokowi Effect yang sangat luar biasa dalam kancah Pemilu kali ini.

Sehingga PDIP selaku partai pengusung pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mengantongi jumlah suara yang tinggi. “Ini semakin menegaskan memang Kota Semarang adalah ‘kandang banteng’,” tegasnya.

Tingginya perolehan suara juga dipengaruhi solidaritas antarcaleg yang baik. Mereka, lanjutnya, bisa berkoordinasi dengan baik saat melakukan kampanye. “Ini juga membuktikan jika semua caleg PDIP di semua dapil-dapilnya ‘bekerja’,” tuturnya.

Setidaknya 19 caleg PDIP dipastikan akan melenggang menduduki kursi dewan periode 2019-2024.

Kenaikan jumlah suara pada Pemilu 2019 juga dialami PKS total mencapai 76 ribu suara. Sedangkan pada Pemilu 2914 sebanyak 64 suara atau naik 18,75 persen.

Ketua DPD PKS Kota Semarang Suharsono mengatakan, kenaikan suara itu dikarenakan tawaran program yang digemborgemborkan partainya. Program tersebut di antaranya masalah pajak STNK dihapus, SIM seumur hidup, perlindungan ulama dan juga penghapusan pajak penghasilan di bawah Rp 8 juta. “Kita mematok enam kursi dan tercapai di Kota Semarang,” kata Suharsono.

Untuk persebaran perolehan kursi, dari perhitungan pihaknya merata di semua dapil. “Semua dapil dari perhitungan kita memperoleh satu kursi parlemen,” ujarnya.

Rinciannya, di Dapil 1 caleg PKS yang lolos yaitu Abdul Wahab yang meraih 1.800 suara; Dapil 2 Sifin Almufti dengan 3.200 suara, Dapil 3 Johar Awaludin dengan 4.600 suara, Dapil 4 M Afif dengan 4.500 suara, Dapil 5 Suharsono dengan 4.600 suara, dan Dapil 6 Johan Rifai dengan 3.500 suara.

Meski memperoleh suara yang signifikan, pihaknya tetap meminta para kader dan saksi PKS untuk terus mengawal proses dan tahapan Pemilu di Kota Semarang hingga tuntas. “Harus dikawal terus sampai tahapan selesai, dipastikan jangan sampai ada suara yang bergeser,” katanya.

Ketua DPC Gerindra Kota Semarang Sigit Ibnugroho mengatakan, terjadi penurunan perolehan kursi caleg Gerindra di semua dapil Kota Semarang. “Hampir di semua Dapil di Kota Semarang perolehan kursi kita memang kita prediksi menurun,” ujar Sigit, Rabu (1/5).

Pihaknya juga belum bisa memastikan apa faktor terjadinya penurunan perolehan kursi tersebut. “Dari perhitungan kita sementara memang kita turun (perolehan kursi),” katanya.

Dari perhitungan internal DPC Gerindra Kota Semarang, per Dapil hanya bisa diwakili satu kursi saja. Berbeda dengan pemilu yang lalu dimana ada beberapa dapil yang diwakili dua kursi. “Kita turun drastis,” ujarnya.

Sekretaris DPD Gerindra Kota Semarang Joko Santoso mengatakan jika perolehan suara partainya di Pemilu 2019 Kota Semarang ini mencapai 99.061 suara. “Untuk rinciannya Dapil 1 mencapai 12.328 suara, Dapil 2 mendapat 19.311 suara, dan Dapil 3 meraih 17.752 suara,” kata Joko.

Sementara untuk Dapil 4 mendapatkan 15.029 suara, Dapil 5 meraih 16.504 suara, dan Dapil 6 memperoleh 18.137 suara. Untuk jumlah kursi DPRD Kota Semarang masing-masing Dapil mendapatkan 1 kursi. Yakni Dapil 1 Joko Santoso dengan 5.400 suara, Dapil 2 Nunung Sriyanto dengan 5.200 suara, Dapil 3 Rohani dengan 4.600 suara, Dapil 4 Hermawan Sulis dengan 4.200 suara, Dapil 5 Mualim dengan 5.900, dan Dapil 6 Abdul Majid dengan 3.200 suara. (ewb/aro)