33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

ACT Kirimkan 60 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Bengkulu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Banjir tengah melanda wilayah Bengkulu sejak Sabtu (27/4). Sebagai respons awal, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum yang tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor. Bantuan diyakini semakin bertambah dengan pemberangkatan truk kemanusiaan dan armada bantuan yang dikirimkan hari ini, Senin (29/4).

“Koordinasi dengan lintas lini dengan tim di wilayah Bengkulu, baru saja tuntas. Karena ke depannya, kita akan membentuk kerangka aksi bantuan. Kemudian juga kita akan meluaskan aksi, juga meningkatkan volume dan kekuatan aksi ini,” jelas Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT.

Kerangka aksi bantuan dalam waktu dekat ini diantaranya pengiriman 60 ton bantuan logistik yang diberangkatkan dengan truk dari gudang Humanity Distribution Center ACT di Gunung Sindur, Bogor. Bantuan logistik yang dikirimkan di antaranya sembako, selimut, popok bayi, susu, biskuit, termasuk juga pakaian untuk korban banjir Bengkulu.

Bantuan diberangkatkan pada Senin (29/4) sore, bersamaan dengan pengiriman 3 jenis armada. Mereka di antaranya 3 unit mobil rescue, 1 unit Humanity Food Truck, dan 1 unit ambulans pre-hospital untuk fase darurat.

Sementara itu menurut Sri Suroto, Kepala Cabang ACT Jawa Tengah (ACT Jateng), aktivitas tim ACT di Bengkulu hari ini akan lebih difokuskan kepada bantuan pangan siap santap dan distribusi logistik awal kepada korban. Namun ke depannya, Suroto menjelaskan sangat diperlukan kembali penguatan posko-posko di Bengkulu dan penambahan posko lain mengingat kondisi lokasi saat ini.

“Kami di Jawa Tengah juga tetap siaga serta mengajak masyarakat untuk memberikan kepedulian terbaiknya, insya Allah tim relawan kami juga siap diberangkatkan apabila dari ACT pusat menugaskan,” tambah Sri Suroto.

Hari ketiga sejak banjir melanda, Ahad (28/4), jumlah pengungsian masih masif, meski banjir perlahan mulai surut. Giyanto selaku ketua MRI Jawa Tengah mendapatkan informasi dari relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI Bengkulu) mengatakan, warga masih ada yang bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat atau berteduh di posko.

“Pengungsian masih masif. Banjir di wilayah kota mulai surut, tetapi di beberapa kabupaten, itu masih terendam. Jalan dan jembatan juga banyak yang putus, sehingga bantuan dan tim rescue belum bisa masuk dikarenakan akses kami jadi terbatas juga, tutur Giyanto menurut informasi tim di lapangan. Lanjut Giyanto, pada Selasa pagi (30/4) MRI-ACT sudah membuat dapur umum di beberapa titik lokasi yang nantinya akan dibagikan untuk para penyintas banjir.

Sebelumnya sejak Jumat (26/4) malam, hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu terendam banjir. Kondisi banjir yang cukup parah membuat beberapa warga terpaksa mengungsi ke posko-posko, salah satunya yang didirikan oleh ACT.

Banjir yang diperkirakan terjadi karena intensitas hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut ini, menyebabkan sejumlah jalur transportasi terputus, baik antar-kabupaten maupun antar-provinsi, yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatera Selatan, serta Bengkulu dengan Lampung. (act/web/ap)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Wulangreh untuk Anak Generasi Gawai

RADARSEMARANG.COM - Kurikulum 2013 pada materi tembang macapat dikenalkan Serat Wulangreh karya Pakubuwana IV. Pada tingkatan SMP yang diajarkan adalah pupuh Pangkur, Sinom, Gambuh,...

Pedang Pora Lepas Anggota Purnatugas

TEMANGGUNG–Meski diguyur hujan, tak menyurutkan semangat Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo bersama pejabat utama Polres— didampingi istri masing-masing (Ibu Bhayangkari)— mengikuti arak-arakan keliling kota....

Ajak Bangun Persaudaraan, demi Keutuhan Bangsa

  SEMARANG - Perayaan Kamis Putih umat Katolik menjelang Paskah di Gereja Katedral Semarang, Kamis malam (13/4) kemarin, berlangsung khidmat. Ribuan umat Katolik menjalankan Misa...

Minta PCNU Siapkan Manajemen RS NU

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Tekad Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Kendal untuk membangun rumah sakit (RS) mulai dilakukan. Pada Pelantikan pengurus PCNU Sabtu (3/2) dimanfaatkan  mengumpulkan sumbangan dari...

PLN Pastikan Tidak Ada Pemadaman

SALATIGA – PLN Unit Salatiga memastikan tidak ada rencana pemadaman listrik selama bulan Ramadan hingga Lebaran mendatang. Jika ada pemadaman, itu dikarenakan gangguan dan...

Manfaat Senyum kepada Siswa Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - BANYAK faktor yang membuat guru sulit untuk tersenyum. Namun banyaknya faktor tersebut, setelah dikumpulkan menjadi satu kata, yakni permasalahan. Padahal untuk tersenyum...