JawaPos.com – Persebaya Surabaya dan Madura United sama-sama legawa meski gagal bertemu di babak delapan besar Piala Indonesia 2018-2019 berdasar jadwal yang sudah ditentukan. Duel yang seharusnya digelar 25 April dan 30 April itu batal karena tidak mengantongi izin kepolisian.

Baik Polrestabes Surabaya maupun Polres Pamekasan sama-sama menolak permohonan izin dari kedua tim. Pihak kepolisian beralasan bahwa mereka sedang fokus mengawal perhitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman menerima keputusan itu. “Karena pertandingan ini diundur, kemungkinan kami akan melakukan training centre,” sebut mantan pelatih Persib Bandung itu.

Senada dengan Djanur – sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, manajer Madura United, Haruna Soemitro juga legawa dengan keputusan itersebut. Haruna menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami alasan yang dikemukakan Polres Pamekasan.

“Kami sudah sampaikan kondisi ini ke PSSI. Kami berharap proses penjadwalan ulang bersifat akomodatif. Dalam artian tidak memberatkan klub dalam menghadapi Ramadan dan kompetisi Liga 1,” sebut Haruna.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Syafaruddin