JawaPos.com – Pelatih atletik Indonesia Eni Nuraini kian berambisi membawa tim estafet Indonesia untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Eni makin membulatkan tekadnya meloloskan Zohri dan kawan-kawan ke Olimpiade setelah pelatih berusia 72 tahun tersebut mendaptakan pengharagaan sebagai pelatih terbaik se-Asia.

Untuk diketahui, Eni meraih penghargaan bergengsi dari Asosisasi Atletik Asia (AAA) dalam acara Gala Dinner Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar. Penghargaan diterima Eni setelah sukses membuat sprinter muda Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia junior 2018, serta membawa tim lari estafet putra meraih medali perak di Asian Games 2018.

“Harapan saya, tim estafet 4×100 meter putra kita nanti bisa lolos ke Olimpiade di Tokyo,” ujar Eni, Minggu (21/4).

Eni memang bukan sosok baru di dunia kepelatihan atletik Indonesia. Resmi menjadi pelatih atletik di PB PASI pada 2008 silam, Eni yang tadinya merupakan atlet renang mengaku memilih atletik sebagai jalannya setelah mengikuti jejak sang suami, Sumartoyo Martodihardjo. Eni menjadi pelatih setelah mengambil kursus kepelatihan Federasi Atletik Internasional (IAAF) hingga level 2.

Sebelum bergabung dengan PB PASI, Eni pun mengaku sempat menjadi pelatih di salah satu klub. “Saya dulu melatih anak-anak, di klub punya pak (Bob) Hasan (ketua umum PB PASI, Red),” ujar Eni.

Seiring berjalannya waktu, Eni mulai dipercaya menjadi pelatih sprint putra. Sprinter Tanah Air Suryo Agung Wibowo merupakan salah satu atlet andalan yang juga digembleng olehnya. Eni akhirnya dipercaya untuk menangani semua sprinter, baik putra maupun putri.