JawaPos.com – Borneo FC tengah bergembira. Pasalnya, hasil verifikasi sementara menunjukkan kalau lampu Stadion Segiri sudah melewati batas minimal regulasi PT Liga Indonesia Baru (LIB). Pesut Etam pun kini bisa menggelar laga kandang di malam hari.

Sebagai kompetisi profesional, Liga 1 memang punya regulasi yang lebih ketat. Berusaha menyesuaikan dengan standar yang sudah ditetapkan AFC selaku otoritas sepak bola tertinggi di Asia.

Salah satunya adalah soal pencahaayan di stadion. PT LIB menetapkan stadion kandang tim Liga 1 harus punya pencahayaan minimal 800 Lux. Regulasi ini membuat sejumlah tim harus jadi tim musafir saat menjalani laga di malam hari. Salah satunya adalah Borneo FC.

Namun, untuk Liga 1 2019 ini, tim yang kini diasuh Mario Gomez itu tampaknya bisa selalu bermain kandang di hadapan pendukung mereka. Sebab, saat dilakukan verifikasi oleh PT LIB, diketahui pencahayaan di Stadion Segiri sudah lebih dari 800 Lux.

“Dengan ini kami mengabarkan hasil perhitungan cepat (Quick Count) yang kami lakukan di lapangan pada Kamis (18/4) malam bersama Tim Verifikasi PT LIB. Bersama ini kami menyatakan bahwa lampu penerangan Stadion Segiri Samarinda menembus batas minimal 800 Lux,” pernyataan Borneo FC yang dirilis melalui media sosial resmi klub.

Namun demikian, pihak Borneo enggan jemawa. Mereka meminta semua pihak bersabar untuk menunggu putusan akhir dari PT LIB.

“Ini artinya Stadion Segiri dinyatakan layak dipakai menggelar pertandingan malam hari. Namun, untuk lebih pastinya, sebaiknya kita menunggu rilis resmi dari LIB,” tutupnya.