JawaPos.com – Pelatih ganda putra PBSI Herry Iman Pierngadi meyakini Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso dan Berry Angriawan/Hardianto masih punya taring di persaingan ganda putra dunia saat ini. Herry percaya mereka masih bisa menyodok ke posisi top 10 dunia.

Meskipun secara ranking mereka belum mendekati Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang bertengger di top 5 besar dunia, Herry melihat secara kemampuan Wahyu/Ade dan Berry/Hardi sebetulnya tidak terlalu jauh dari mereka. Pasalnya, keduanya mampu membuat pasangan-pasangan hebat dari negara lain cukup kelimpungan.

“Kalau terlalu jomplang sekali sih nggak ya. Tinggal sedikit lagi. Seharusnya Wahyu/Ade bisa menang atas Liu Cheng/Zhang Nan di Malaysia Terbuka 2019 kemarin. Cuma karena kurang tenang saja. Kalau Berry/Hardi saya rasa harus diperbaiki fokusnya. Banyak bola yang seharusnya tidak mati sendiri,” ujar Herry, Kamis (18/4).

Herry melihat, Wahyu/Ade dan Berry/Hardi kerap kali kalah karena kesalahan mereka sendiri. Hal ini yang harus mereka benahi jika ingin menyusul The Minions, The Daddies, dan Fajar/Rian.

“Kalau bicara level dunia, top 10 atau top 5 itu matinya harus dibunuh lawan, nggak boleh eror sendiri. Musuh nggak boleh dapat poin gratisan dari servis nyangkut, smash out, dan lainnya. Ini yang harus mereka latih,” ujar Herry.

Untuk duduk di jajaran top 10 dunia, Herry melanjutkan, paling tidak Wahyu/Ade dan Berry/Hardi harus bisa berjuang hingga babak empat besar di deretan turnamen level super 500.

“Kalau mau mengejar Kevin/Marcus dan lainnya, mereka harus naikkan peringkat dulu. Mereka harus mencapai babak semifinal di tiap turnamen super 500 biar cepat naik,” tutupnya.