JawaPos.com – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti mengaku was-was dengan kans tunggal putri di Olimpiade Tokyo 2020. Susy mengakui bahwa secara kemampuan, Fitriani dan kawan-kawan belum ada di level atas.

Untuk diketahui, sektor tunggal putri Indonesia hingga saat ini masih menjadi sektor yang paling tertinggal. Tiga pemain utama yang ada, yakni Fitri, Gregoria Mariska Tunjung, dan Ruselli Hartawan belum bisa bersaing dengan para pemain top dunia. Jorji saat ini berada di ranking 16 dunia, sementara Fitri masih di ranking 30 dan Ruselli di ranking 44.

Susy bahkan mengatakan bahwa sebetulnya ketiga pemain tersebut belum bisa bersaing di turnamen level super 500 ke atas. “Memang mereka masih butuh kerja keras. Mereka itu kelasnya kalau boleh kita bilang itu di kelas super 300,” ujar Susy.

Meski menyadari hal tersebut, Susy menuturkan bahwa ia tidak bisa menurunkan level turnamen yang diikuti ketiga pemain tersebut.

“Kalau kita turun di level 100 atau 300, maka mereka mereka tak akan bisa dapat poin banyak untuk lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Fitri dan Ruselli tidak akan bisa masuk atau menembus top 16 besar. Juara di level 100 itu poinnya 2.600, sama seperti babak satu di level 500,” ujar Susy.

Karena itu, Susy berharap para pemain tunggal putri yang dikirim dalam turnamen-turnamen level super 500 ke atas bisa terus bermain semakin baik. “Paling tidak mereka bisa lolos dari babak pertama supaya dapat poin lebih besar,” kata Susy.