JawaPos.com – Sejak melakoni pemusatan latihan di Jogjakarta awal April lalu, skuad Barito Putera belum sekali pun melakukan uji coba. Padahal uji coba merupakan sarana untuk melihat kesiapan tim. Rencana menggelar laga uji coba terkendala izin dari pihak kepolisian.

Pada April ini memang sulit mendapat izin keramaian. Sebab, sudah masuk dalam puncak bulan politik menjelang Pemilu 2019. Akibatnya, agenda uji tanding Barito dengan Bhayangkara yang sudah disepakati pun terancam batal.

Pelatih Barito Putera, Jacksen F Tiago menjelaskan uji coba dengan jawara Liga 1 dua musim lalu itu batal terwujud. “Polda DI Jogjakarta tidak mengizinkan,” jelas Jacksen. Alasan kepolisian tentu karena sudah mendekati hari-H Pileg dan Pilpres.

Bagaimana dengan PSS Sleman yang juga mengajak uji coba? Jacksen menampiknya. “Tidak ada kabar soal itu,” katanya.

Sebenarnya uji bisa dilakukan secara tertutup, atau tanpa penonton. Meski membenarkannya, namun Jacksen enggan mengatakan apakah itu akan dilakukan atau tidak.

Karena itu, uji coba kemungkinan besar dilakukan The Yellow River setelah pencoblosan. Namun, lagi-lagi Jacksen enggan menyebutkannya secara detail. “Ada (klub yang mengajak uji coba), namun kita tidak boleh membocorkannya,” tambah Jacksen.

Selama melakukan persiapan sejak Januari lalu, Jacksen sebenarnya menargetkan 7-8 kali pertandingan uji coba. Baik resmi maupun uji coba dengan tim selevel. Namun saat ini baru terealisasi sekitar lima laga saja.

Dua uji coba dengan Semen Padang dan Borneo FC. Lalu tiga laga di grup E Piala Presiden 2019 melawan Arema FC, Persita Tangerang, dan Persela Lamongan. Jumlah ini masih dirasa kurang untuk mempersiapkan tim bisa maksimal di Liga 1 2019.