JawaPos.com – Pelatih kepala tunggal putra PBSI Hendry Saputra mengapresiasi performa Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting di dua turnamen terakhir mereka. Meski tidak membawa pulang gelar dari Malaysia Terbuka 2019 maupun Singapura Terbuka 2019, Hendry melihat Jojo dan Ginting sudah bisa bermain dengan lebih baik.

Untuk diketahui, Jojo dan Ginting membuat kejutan di Malaysia dan Singapura kemarin. Jojo sukses tampil gemilang di Malaysia setelah secara tidak terduga mengalahkan dua pemain bintang Kento Momotan (Jepang) dan Viktor Axelsen (Denmark) yang membuatnya melesat ke semifinal sebelum akhirnya tumbang oleh Chen Long (Tiongkok).

Di Singapura, giliran Ginting yang tampil menjanjikan. Ia berhasil melaju hingga babak final dan harus puas menjadi runner up setelah tumbang di tangan Momota.

“Permainan sudah bagus. Tinggal konsisten saja mainnya. Jadi tidak mudah untuk mati sendiri atau mudah dimatikan lawan. Untuk yang lainnya sudah oke,” ujar Hendry saat dihubungi, Senin (15//4).

Menurut Hendry, baik Jojo maupun Ginting masih kerap kali gagal karena inkonsistensi mereka di lapangan. Hendry mencontohkan Ginting yang sebetulnya bisa meraih gelar juara di Singapura Terbuka 2019 kemarin.

Sempat membuat Momota terdesak, Ginting akhirnya kalah setelah kondisi berbalik akibat banyaknya eror yang ia lakukan. Secara fisik, Hendry merasa kekuatan tubuh Ginting sudah memadai.

“Bukan permainannya menurun. Awalnya karena melakukan kesalahan sendiri yang tidak perlu. Jadi karena itu lawan pasti lebih semangat dan bisa berkembang dari sebelumnya,” tutup Hendry.