JawaPos.com – Kasus tunggakan gaji para pemain PSPS Riau yang masih belum kunjung dibayar memasuki babak baru. Sejumlah pemain kini telah menggugat manajemen PSPS ke Pengadilan Negeri Pekanbaru (11/4). Ini merupakan upaya yang harus dilakukan para pemain untuk mendapatkan hak-hak mereka.

Diwakili Abdul Abanda Rahman, sebanyak 12 pemain PSPS musim lalu telah membuat laporan resmi kepada PN Pekanbaru. “Sebelumnya kami tidak langsung mengajukan gugatan ke PN Pekanbaru. Kami sudah bermediasi agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan saja,” beber Abdul.

Abdul menuturkan, saat itu para pemain sudah berusaha melakukan mediasi. Baik bertemu langsung maupun melalui sambungan telepon, namun tak ada tanggapan dari manajemen PSPS. “Kami sudah melapor ke APPI dan APPI juga telah mensomasi PSPS hingga memberikan peringatan sampai tiga kali. Tidak ada jawaban dan tanggapan, mereka dingin saja,” tutur mantan striker Persegres itu.

Alhasil para pemain pun merasa kecewa. Sebab segala cara sudah dilakukan, namun tidak ada respons dari manajemen PSPS. “Somasi pertama dari APPI sih masih ada tanggapan. Mereka mengakui keteledoran tidak membayar gaji pemain. Namun kedua dan ketiga tidak ada tanggapan lagi,” katanya.

Abdul mengatakan manajemen PSPS selalu beralasan masih menunggu subsidi dari PT LIB yang belum cair. Padahal sebagai tim profesional hal-hal semacam itu tidak bisa dijadikan pengharapan. Seharusnya manajemen mempunyai dana sendiri di luar subsidi itu.

“PT Liga mempunyai alasan tersendiri makanya mereka menahan subsidi, karena ternyata PSPS masih menunggak pajak tahun kemarin sampai sekarang,” imbuh Abdul.

Dia menambahkan, semula ada 15 pemain yang belum dilunasi gajinya. Tapi yang bersurat ke APPI hanya 12 saja. “APPI meminta surat kuasa, nah yang memberikan surat kuasa akan dibantu sepenuhnya oleh APPI. Namun kemarin yang membuat hanya 12 orang. Tidak tahu yang 3 kemana,” katanya.

Abdul menjelaskan total keseluruhan gaji yang belum dibayar mencapai Rp 498 juta. “Selama saya di sana dari putaran pertama selama lima bulan. Dua bulan terbayar dan tiga bulan yang kami usut. DP saya juga tidak lunas,” jelasnya.

“Kami menunggu tindakan pengadilan. APPI menyatakan sudah ditembuskan ke PT Liga, PSSI, dan BOPI langsung. Saya rasa masih ada waktu lah untuk manajemen menyelesaikan masalah itu. Kami sudah bercucur keringat, masa mereka seperti itu,” keluh Abdul.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi terkait masalah tersebut, manajemen PSPS tidak merespons sama sekali.