JawaPos.com – Ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Persebaya Surabaya setelah gagal menjuarai Piala Presiden 2019. Salah satu sektor yang mendapat sorotan tajam dari pelatih Djadjang Nurdjaman adalah lini tengah.

Cedera dua gelandang bertahan, Nelson Alom dan Muhammad Hidayat membuat keseimbangan lini tengah Persebaya menjadi gampang goyah. Peran pemain baru M Alwi Slamat masih belum terlihat. Sementara Misbakhus Solikin dan Fandi Eko Utomo belum meyakinkan di posisi ini.

“Banyak yang harus kami evaluasi. Akan tetapi saya tidak mau menyampaikannya secara terbuka,” ucap Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurjaman.

Di final Piala Presiden 2019 kemarin, Persebaya terlihat gagal mengimbangi lini tengah Arema FC. Terbukti, Arema mampu tampil lebih kreatif dengan permainan Hanif Sjahbandi, Hendro Siswanto, dan Makan Konate.

“Kami agak keropos di situ (lini tengah). Itu yang harus kami perbaiki. Itu yang menjadi evaluasi kami,” ujar pelatih asal Majalengka tersebut.

Djanur menambahkan, Persebaya masih memiliki cukup waktu untuk berbenah. Sebab, kompetisi Liga 1 2019 baru berlangsung pada awal Mei mendatang.

Editor : Bagusthira Evan Pratama