JawaPos.com – Ganda campuran Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing berhasil mencuri perhatian publik bulu tangkis setelah tampil mengejutkan di Malaysia Terbuka 2019 dan Singapura Terbuka 2019. Kedua pemain tersebut rupanya menjalani dua turnamen berat itu tanpa didampingi terapis yang akhirnya membuat otot-otot tubuh mereka sakit.

Kian Meng/Pei Jing sudah membuat kejutan sejak di babak pertama Malaysia Terbuka 2019 di mana mereka menaklukkan pasangan andalan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Mereka terus melaju hingga akhirnya terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan pasangan Tiongkok Wang Yilyu/Huang Dongping.

Di Singapura, penampilan mereka semakin baik. Kembali menundukkan Yuta/Arisa di babak pertama, Kian Meng/Pei Jing terus melaju hingga mencapai babak final. Sayang, mereka harus rela berdiri di podium runner up setelah ditekuk pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai di laga puncak.

Usai laga, barulah terungkap bahwa keduanya selama ini tidak didampingi oleh terapis dari Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia. Hal ini disebutkan keduanya sangat memengaruhi performa mereka.

“Di partai final kemarin, kami main sangat buruk. Kami bahkan tidak bisa mengerahkan 50 persen kemampuan kami. Itu semua karena tubuh kami sudah sangat kelelahan dan sakit. Kami tentunya mau sekali jadi juara, tapi tubuh kami sudah tidak sanggup,” ujar Pei Jing seperti dilansir thestar.com.

Peran terapis dalam dunia olahraga sendiri sangatlah penting. Mereka punya tugas krusial untuk membuat otot-otot para atlet kembali rileks setelah menjalani partai berat agar bisa segera pulih. Tanpa keberadaan terapis, maka atlet hanya bisa melakukan peregangan otot dengan seadanya dan sebisanya saja.

“Kami menjalani dua pekan penuh dengan sederet pertandingan yang sangat berat. Kami sudah lama sekali tidak bermain seintensif ini. Makanya, perlu sekali ada terapis yang bisa membuat recovery tubuh kami semakin cepat sebelum laga selanjutnya,” ujar Pei Jing lagi.

Meski demikian, keduanya mengaku terlecut dengan pencapaian mereka di dua turnamen tersebut. Mereka ingin kembali lagi dengan kondisi tubuh yang lebih kuat. “Kami akan terus tingkatkan kekuatan kami untuk ke depannya,” ujar Pei Jing.