JawaPos.com – Final leg kedua Piala Presiden 2019 baru digelar pada Jumat (12/4). Namun, persaingan penghargaan individu cukup ketat. Selain perebutan gelar top skorer, juga predikat pemain terbaik. PSSI selaku penyelenggara Piala Presiden 2019 telah mengumumkan enam kandidat pemain terbaik. Tentunya, terdapat beberapa kriteria untuk menentukan para calon pemain terbaik.

Selain memiliki kontribusi terhadap tim, calon pemain terbaik Piala Presiden 2019 harus memiliki aspek lain seperti kepemimpinan dan sisi fair play. Keenam kandidat tersebut bakal bersaing untuk menjadi yang terbaik dan tentunya menunjukkan performa terbaik pada laga final leg kedua nanti.

Maklum saja, enam calon tersebut berasal dari tim finalis. Persebaya Surabaya menyetor tiga nama, sementara Arema FC juga terdapat tiga nama. Untuk calon dari Persebaya adalah Manuchekhr Dzhalilov, Hansamu Yama, dan Amido Balde. Sedangkan dari Arema FC adalah Makan Konate, Ricky Kayame, dan Dedik Setiawan.

Dzhalilov, winger asal Tajikistan, memang layak menjadi kandidat pemain terbaik. Dia berperan membawa Persebaya ke final. Hingga saat ini, mantan pemain Sriwijaya FC itu telah mengemas 5 gol dan bahkan berpeluang menjadi top skorer.

Sementara, Hansamu tampil taktis di lini pertahanan Persebaya. Dia lugas dan tak gentar dalam berduel. Bek Timnas Indonesia ini juga bisa menjadi senjata untuk mendulang gol.

Untuk Balde, perannya juga sangat vital. Selain menjadi sumber gol, eks Celtic FC ini bisa berperan sebagai pengumpan dan pemberi assist. Pergerakannya di lini pertahanan lawan selalu memberikan ancaman.

Ricky Kayame, salah satu pemain Arema FC yang menjadi nomine pemain terbaik Piala Presiden 2019 (PSSI.org)

Dari kubu Singo Edan, Konate jelas menjadi pemain paling penting. Selain berperan sebagai pengatur serangan dan penyuplai umpan ke lini depan, Konate juga menjadi sumber gol. Dia telah mengemas 4 gol. Salah satu golnya menyelamatkan Arema FC dari kekalahan pada leg pertama final melawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo.

Nama Dedik juga pantas diapungkan. Meski sempat absen, Dedik memiliki kontribusi besar keberhasilan Singo Edan melaju ke final. Dia sudah mencetak 4 gol sejauh ini.

Terakhir adalah Ricky Kayame. Eks Persebaya itu juga telah mengoleksi 4 gol. Ricky punya peran penting bagi Singo Edan meski awalnya tak masuk rencana awal. Namun, ketika mendapat kesempatan, Ricky selalu tampil dengan performa terbaik.

Dalam tiga gelaran sebelumnya, pemain terbaik selalu berasal dari tim juara. Saat Persib Bandung juara pada 2015, Zulham Zamrun dinobatkan sebagai pemain terbaik. Kemudian pada 2017 predikat pemain terbaik menjadi milik Adam Alis, gelandang Arema FC. Saat itu, Singo Edan merupakan tim juara. Sedangkan pada edisi tahun lalu saat Persija Jakarta juara, pemain terbaik adalah striker mereka yakni Marko Simic.

Patut dinanti apakah tradisi pemain terbaik Piala Presiden kembali menjadi milik pemain tim juara atau ada kejutan. Kepastian akan terjawab usai final leg kedua pada Jumat (12/4).