JawaPos.com – Derbi Jatim pada final Piala Presiden 2019 antara Persebaya Surabaya kontra Arema FC besok malam (9/4) menjanjikan laga yang seru. Skuad yang berimbang serta torehan kemenangan pada semifinal menjadi jaminan pertandingan akan berjalan ketat.

Untuk pertandingan leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, panpel membuka penjualan tiket secara online sejak kemarin siang. Total ada 50 ribu lembar tiket yang dicetak. Seluruh tiket dipastikan sold-out.

Panpel juga harus bekerja keras. Itu tidak terlepas dari rivalitas suporter kedua tim, Bonek dan Aremania. Panpel harus memastikan tidak ada Aremania yang hadir dalam laga di GBT besok.

Anggota Steering Committee Piala Presiden 2019 Cahyadi Wanda menjelaskan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Polrestabes Surabaya. “Fokus kami adalah mengawasi kedua suporter agar bisa saling menjaga sportivitas,” katanya saat dihubungi Jawa Pos. Pihaknya menyadari bahwa Bonek dan Aremania punya potensi gesekan.

Meski begitu, laga tampaknya akan tetap dihelat pukul 19.30 WIB. Padahal, berkaca pada dua pertemuan sebelumnya, pertandingan antara kedua tim pada kompetisi Liga 1 musim lalu selalu digelar sore. Itu pun masih terjadi kendala.

Saat menjamu Arema FC pada 6 Mei 2018, Persebaya terkena denda Rp 410 juta. Bonek menyalakan flare, menyanyikan lagu rasis, hingga pelemparan botol. Sementara itu, saat menjamu Persebaya di Malang pada 6 Oktober 2018, giliran Arema FC yang kena denda Rp 100 juta. Aremania juga disanksi larangan datang ke stadion hingga akhir musim.

arema fc
Arema FC bakal melakoni laga derbi pada Final Piala Presiden 2019 dan berhadapan dengan Persebaya Surabaya. (Jawa Pos Photo)

Manajemen Green Force pun mewanti-wanti Bonek. “Karena tensi tinggi, yang harus diantisipasi adalah bagaimana mengedepankan suasana agar lebih dingin,” kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi.

Dia berharap Bonek bisa lebih menahan diri. “Apa pun yang terjadi nanti, semua pihak harus menyikapi secara dewasa.”

Di bagian lain, Panpel Arema FC sudah mempersiapkan final leg kedua (12/4). Sebanyak 40 ribu tiket dicetak dan mulai dijual pada 6 April. Untuk masalah keamanan, panpel sudah mempersiapkan meski belum menentukan jumlah personel yang diterjunkan. “Panpel siap menggelar dengan segala risikonya. Kami sudah terbiasa dengan pengamanan tertutup maupun terbuka. Kami juga akan secara intens berkoordinasi dengan semua elemen, termasuk dengan perwakilan Aremania,” kata Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera memastikan bahwa persiapan pengamanan pertandingan sepak bola yang mempertemukan Persebaya dengan Arema sudah dibahas. Finalnya akan dimatangkan lagi hari ini. “Sekarang (tadi malam, Red) dirapatkan bersama Karo Ops. Besok (hari ini, Red) Pak Kapolda langsung yang memimpin rapat.”

Untuk sementara, jumlah personel yang dikerahkan 6.000 orang. Anggota yang diterjunkan dari Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, dan Polres Sidoarjo. Namun, komposisinya belum ditentukan. “Itu belum termasuk Polres Malang,” katanya.

Yang jelas, kata Barung, kepolisian akan mengerahkan kekuatan maksimal untuk mengamankan jalannya pertandingan. Polda Jatim masih berkoordinasi dengan panitia pelaksana. Salah satunya terkait izin menonton pertandingan bagi Aremania di Gelora Bung Tomo (GBT) maupun sebaliknya. Yang jelas, kami berharap suporter kedua kesebelasan bisa ikut membantu menjaga ketertiban,” tegasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (gus/nia/adi/c9/c10/fal)