33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Penggemar PUBG Waswas dengan Hoax Fatwa Haram

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

JawaPos.com – Kabar yang satu ini bisa membuat para penggemar PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) waswas. Katanya, Kementerian Kominfo telah memblokir game tersebut. MUI juga disebut telah mengeluarkan fatwa haram game yang dianggap menjadi inspirasi penembakan brutal di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, itu.

Kabar palsu tersebut beredar dengan dilengkapi foto sebuah portal berita. Judulnya, Kominfo Resmi Blokir Game PUBG dari Indonesia pada 30 Maret 2019 serta MUI Kaji Fatwa PUBG Haram.

Hasil penelusuran Jawa Pos, pembuat hoax tentang PUBG itu merekayasa berita di situs tirto.id. Tampilan berita yang judulnya sudah direkayasa itu kemudian di-capture, selanjutnya disebar melalui media sosial. Versi aslinya, berita yang terbit pada 23 Maret 2019 itu berjudul MUI Kaji Fatwa Haram Gim PUBG, Perlukah?

Dalam pemberitaannya, tirto.id menjelaskan bahwa MUI masih berada pada tahap mengkaji pelarangan permainan PUBG. Pertimbangannya, permainan itu dinilai menimbulkan mudarat. Wasekjen MUI Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan, tim pengkajian sedang mengumpulkan informasi terkait permainan tersebut.

“Kalau itu jelas-jelas mempunyai efek yang besar terhadap perilaku teroris, pasti akan dikeluarkan fatwa yang melarang. Tentu akan melarang kaum muslimin menggunakan game itu,” kata Zaitun pada Jumat 22 Maret 2019.

Meski permainan itu dinilai menimbulkan mudarat, MUI tidak bisa serta-merta menyatakan permainan tersebut haram. Menurut Zaitun, fatwa haram dikeluarkan setelah melalui pengkajian. “Kami tidak akan mengatakan terlalu cepat tentang hal itu,” ujarnya. Anda dapat mengakses berita tersebut di bit.ly/KajiFatwa.

Jawapos.com (Jawa Pos Group) juga memberitakan kabar tersebut. Judul beritanya, Belum Ada Fatwa Haram PUBG, Kominfo Masih Kaji Pembatasan Waktu Main. Berita itu sudah terbit pada 27 Maret 2019.

Seperti yang diberitakan jawapos.com, fatwa itu masih terus digodok. Kemenkominfo dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berbagai pihak terkait pun belum menentukan nasib permainan PUBG tersebut.

Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, diskusi itu dilakukan bersama MUI, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Asosiasi e-Sports Indonesia (IeSPA). Mereka tidak hanya membahas PUBG. Namun, game online lainnya juga ikut menjadi perbincangan.

“Hasilnya masih awal. Belum ada sikap,” katanya. Anda dapat membaca berita itu di bit.ly/Be­lumAdaFatwa. 

FAKTA

Kabar bahwa Kominfo resmi memblokir game PUBG adalah hoax. Pembahasan tentang game tersebut masih dilakukan bersama MUI dan lembaga lain.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (zam/c17/fat)

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bawang Impor Murah Tapi Mudah Busuk

WONOSOBO - Bawang impor terus menyasar pasar pasar tradisional, termasuk pasar induk Wonosobo. Rendahnya harga menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli, kendati secara kualitas...

Banyak Alat Kesehatan Belum Dikalibrasi

SEMARANG - Sejumlah alat kesehatan (alkes) di beberapa  fasilitas kesehatan di Jateng masih perlu dilakukan pengujian/kalibrasi. Kepala Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan...

PKL Barito Minta Ganti Untung

”Kami akan mengikuti aturan yang ditentukan, karena ini demi kepentingan umum. Tetapi tindak lanjut ganti untung harus ada kejelasan dari pemerintah.” Sunaryo, Pengurus Paguyuban...

Bank Peserta LPS Aman untuk Nasabah

MAGELANG–Banyaknya jumlah lembaga keuangan, baik bank pemerintah, swasta, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya di Indonesia, kerap membingungkan nasabah. Kendati demikian, lembaga keuangan yang dijamin...

Optimis Tumbuh 4 Persen

SEMARANG -  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk optimis mampu meraih pertumbuhan produksi semen hingga 4 persen dibanding tahun lalu. Hal ini seiring dengan Rencana...

Bisnis Jasa Pengiriman Tumbuh 20 Persen

SEMARANG – Maraknya bisnis e-commerce berdampak cukup signifikan pada usaha jasa pengiriman dan logistik. Kerjasama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna memaksimalkan bisnis...