JawaPos.com – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic kini sudah punya strategi hasil racikannya sendiri. Hal ini dimungkinkan setelah dia sudah lebih mengenal kualitas dari para pemain PSM yang ada saat ini. Sehingga strategi lama PSM bakal ditinggalkan.

Rutinitas latihan PSM yang kembali digelar Kamis (21/3) sore nanti di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin akan berbeda dari persiapan latihan sebelumnya. Kali ini pelatih Darije Kalezic, sudah mengantongi racikan strategi terbaiknya. Strategi ini sudah menyesuaikan dengan kualitas individu skuad Juku Eja.

Sebelumnya, pelatih 49 tahun itu memang tak terlalu memahami kualitas tim yang dibesutnya sejak 2 Februari lalu. Alhasil, skema permainan tim masih mengandalkan warisan pelatih sebelumnya. Tugasnya cukup menganalisis dan menutupi kekurangan yang ada.

Namun kini, mulai dari karakter, kelebihan, dan kekurangan 25 pemain telah diketahuinya. Kini saatnya untuk Darije menyusun skuad terbaik dan membawa permainan PSM jauh lebih baik lagi.

“Seperti kalian lihat, kami campur komposisi tim sepanjang pertandingan lalu. Saya cukup bahagia melihat semua ini. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang bisa kami lakukan untuk pertandingan berikutnya,” kata Darije kepada Fajar (Jawa Pos Group), Rabu (20/3).

“Kami punya waktu cukup banyak untuk mempersiapkan strategi. Saya tegaskan, tim terbaik kami akan berbeda nantinya,” imbuh pelatih asal Bosnia ini.

Racikan strategi Kalezic ini juga akan jadi kesempatan bagi pemain untuk bisa merebut simpati sang pelatih. Strategi anyar ini bakal terus dimatangkan jelang menjalani menghadapi Kaya FC di Stadion Pakansari dalam ajang AFC Cup, Selasa (2/4) mendatang.

Kesempatan ini diutarakan asisten pelatih, Imran Amirullah. “Promosi dan demosi pasti ada. Akan disesuaikan dengan program latihan nanti,” jelasnya.

Sementara bek PSM, Taufik Hidayat yang menjadi pemain utama di sisi pertahan kiri tim, mengaku siap menyesuaikan dengan perubahan permainan tim. “Saya akan tunjukan kemampuan terbaik. Urusan main, itu keputusan pelatih saja,” pungkasnya.

Editor           : Agus Dwi W