JawaPos.com – Legend bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata mengapresiasi perkembangan permainan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di All England 2019 dua pekan lalu meski tidak menjadi juara. Chris menilai, Praveen/Melati punya satu kelemahan yang harus dibenahi: tidak sabar ketika sedang unggul. 

Hal ini terjadi dalam laga melawan pasangan Tiongkok Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Nyaris menang setelah unggul 20-17 di gim kedua, keadaan malah berbalik. Praveen/Melati kalah 21-13, 20-22, dan 13-21.

“Sebetulnya mereka masih kurang sabar. Saat sudah unggul, sabar itu lebih menguntungkan. Biasanya lawan yang ketinggalan itu yang nggak sabar. Ini terbalik. Sepertinya Praveen/Melati ingin cepat-cepat menang kemarin,” kata Chris.

Chris berharap, kekalahan itu tidak membuat mereka berkecil hati. Justru, hasil minor itu harus dijadikan pelajaran agar tidak diulangi lagi. Apalagi, Praveen/Melati adalah pasangan ganda campuran yang diproyeksikan untuk mentas di Olimpiade Tokyo 2020. 

“Jadi, jangan perlu berkecil hati. Tetap semangat. Latihan harus dibarengi motivasi yang kuat buat menuju Olimpiade,” tutupnya.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Isa Bustomi