JawaPos.com – Mantan Anggota Exco PSSI Hidayat akhirnya bisa diperiksa Satgas Antimafia Bola Polri. Pemeriksaan berlangsung di RS PHC Surabaya, Rabu (20/3) kemarin.

Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menerangkan, pemeriksaan Hidayat hanya berlangsung sebentar. Pihaknya menghentikan pemeriksaan karena alasan kesehatan yang bersangkutan. 

“Berlangsung hanya selama 15 menit, dikarenakan kondisi kesehatan tersangka drop dan tensi naik,” ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (21/3). 

Dedi menerangkan, dalam pemeriksaan tersebut, penyidik Satgas Antimafia Bola hanya melayangkan 15 pertanyaan. Setelah ini, Satgas akan memeriksa empat orang saksi dari Madura FC. Diantaranya, dua berasal dari manajemen Januar Herwanto selaku manager dan  Benazir Nafilah selaku Direktur Keungan.

“Dan 2 pemain sepak bola. Chairul Rivan dan Usman Pribadi,” kata Dedi.

Sekadar informasi, Hidayat resmi ditetapkan sebagai tersangka pertama pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola Polri pada 25 Februari. Dia disangka karena meminta Manajer Madura FC, Januar Hermawan agar PSS Sleman menang dalam pertandingan di Liga 2 agar bisa masuk ke Liga 1 pada 2018 silam. 

Namun permintaan itu disertai ancaman. Awalnya Hidayat menawarkan sejumlah uang mulai dari Rp 100-150 juta kepada Januar. Namun dia mengancam akan membeli pemain PSS Sleman jika permintaan itu tidak dituruti. 

Akhirnya Januar pun melaporkan kasus ini. Setelah ramai diperbincangkan di media, Hidayat mundur dari Exco PSSI. Lalu PSSI menghukum Hidayat dengan larangan beraktivitas di persepakbolaan Indonesia selama 3 tahun. Ditambah larangan masuk stadion dua tahun dan denda Rp 150 juta. 

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini