JawaPos.com – PSSI ternyata belum memberikan hadiah yang dijanjikan kepada juara Liga 3 2018. Padahal sudah tiga bulan berlalu sejak Persik Kediri keluar sebagai kampiun Liga 3. Nominal yang belum dibayarkan PSSI lumayan besar yakni senilai Rp 330 juta.

Manajer Persik Kediri, Beny Setiawan membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan hingga saat ini PSSI belum memberikan hadiah kepada Persik Kediri. Padahal sesuai janji PSSI, kampiun Liga 3 akan mendapatkan uang sebesar Rp 300 juta.

“Iya belum dibayar sampai sekarang. Pada intinya kami sudah beberapa kali menanyakan via telepon namun dari PSSI sering dilempar-lempar,” tutur Beny.

Selain hadiah juara, ada juga hadiah kepada pemain terbaik dan top skorer yang belum dibayar. “Total senilai Rp 330 juta. Kapan dibayar juga belum tahu,” ungkap Beny.

Sementara itu, CEO Persik Subiantoro juga menyatakan hal yang senada. Subiantoro menyatakan pihaknya sudah meminta bantuan kepada Asprov Jatim. Apalagi pemain juga sempat menanyakan terkait hadiah yang belum diberikan. “Pemain sudah kami beri pemahaman karena hadiah itu kan berarti dari pihak luar,” ujarnya. “Ya kami diminta PSSI untuk menunggu saja dan belum ada kejelasan,” imbuhnya.

Menanggapi banyaknya gaji yang belum dibayar oleh PSSI, Yoyok Sukawi selaku Exco PSSI ikut angkat bicara. Menurut Yoyok, keterlambatan gaji tersebut lantaran efek domino belum dibayarnya utang-utang PT Liga kepada PSSI. “PT Liga ditunjuk PSSI untuk menjadi operator liga itu seharusnya mereka bagi hasil untuk PSSI sebesar Rp 60 milyar,” ungkap Yoyok.

Jika PT Liga saja belum memberi hak tersebut lalu darimana PSSI bisa membayar semua itu. Di sisi lain, banyaknya sponsor yang manarik diri juga menjadi salah satu penyebabnya. PT Liga selaku operator seharusnya memberi hak bagi hasil. Lebih lanjut, Yoyok menuturkan uang Rp 60 milyar itu nantinya akan dipakai PSSI untuk melaksanakan Liga 3, Soeratin, membayar wasit, mengurus Timnas, membayar gaji Sekjen.

“Karena PT Liga masih utang kepada PSSI jadi ya pihak PSSI sering nunggak. Jika belum dibayar PSSI sumber dananya dari mana,” ujar Yoyok.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : ana