33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Bukan Pembiusan, Tapi Pertengkaran karena Cinta Segi Tiga

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

JawaPos.com – Selama tiga hari terakhir, pengguna media sosial (medsos) dihebohkan video pertengkaran dua perempuan di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara (Jakut). Satu di antara dua perempuan tersebut terus berteriak dan mengaku hendak dibius lawan bertengkarnya. Beberapa pria di pusat perbelanjaan itu pun datang menghampiri. Petugas sekuriti akhirnya datang dan membawa perempuan tersebut ke pos keamanan.

Di medsos, video itu beredar dengan narasi yang cukup meresahkan. Katanya, video tersebut merupakan bukti adanya modus pembiusan di toilet mal sebagai rangkaian awal kejahatan pencurian organ tubuh manusia. Narasi itu sangat meyakinkan karena dilengkapi foto tas pelaku yang berisi pisau, masker, jarum suntik, dan palu. Tas tersebut memang milik satu di antara dua perempuan yang bertengkar.

“Baru dapat video modus pembiusan cewek di salah satu wc umum mal di Jakarta. Dan yang bikin kaget pelakunya ternyata cewek juga. Untung, korbannya selamat dan langsung narik tas pelaku. Duh, please be safe everyone. Please aware sama siapa pun, even cewek juga. Scary AF!” tulis akun Twitter Mamai (@mommy_elzar) sambil membagikan video tersebut pada 15 Maret 2019. Posting-an itu sudah di-retweet lebih dari 45 ribu kali dan tayang 793 ribu kali.

Mungkin pemilik akun Mamai terpengaruh dengan kata-kata perempuan dalam video yang memang mengaku hendak dibius. Padahal, itu hanyalah perkiraan sang perempuan yang mengaku sebagai korban. Fakta sesungguhnya, tidak ada upaya pembiusan dalam kasus tersebut, apalagi sampai pengambilan organ tubuh.

Kegaduhan itu sudah diberitakan jawapos.com pada 16 Maret 2019. Judul beritanya, Viral Modus Pembiusan Perempuan di Mangga Dua, Ternyata Ini Faktanya. Dalam berita tersebut dijelaskan kronologi keributan di dekat toilet WTC Mangga Dua, Jakarta Utara.

Awalnya, korban bernama Sri Dewi pergi ke toilet di lantai dasar mal. Saat Sri berdiri di depan wastafel, seorang perempuan bernama Yani mencoba membekap mulut korban dengan sapu tangan handuk. Kasus itu juga sudah dilaporkan ke kepolisian.

Kapolsek Pademangan Kompol Julianthy memastikan, kejadian tersebut tidak berkaitan dengan kejahatan pembiusan maupun penjualan organ tubuh. Hasil pemeriksaan sementara, pertengkaran itu dipicu masalah cinta segi tiga yang berujung dengan penyerangan.

Menurut Julianthy, pihaknya sudah meminta korban membuat laporan pidana. Namun, atas bujukan sang suami, masalah tersebut diselesaikan secara damai. “Perlu digarisbawahi bahwa ini masalah cinta segi tiga. Tidak benar jika setelah dibius akan dijual organ tubuhnya. Itu tidak benar,” tegas Julianthy.

Terkait dengan temuan jarum suntik di dalam tas, Julianthy menjelaskan bahwa pelaku memang berjualan alat-alat kosmetik dan biasa membawa alat-alat semacam itu. Tidak ada yang digunakan dalam penyerangan. Anda dapat mengakses berita tersebut di bit.ly/CintaSegitiga. —

FAKTA

Polisi memastikan tidak ada upaya pembiusan dan penjualan organ tubuh manusia dalam video pertengkaran di WTC Mangga Dua, akarta Utara. Pertengkaran itu dipicu cinta segi tiga.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (zam/c14/fat)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Longsor Timpa Satu Rumah

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG - Musibah longsor terjadi di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Longsor tersebut menimpa satu rumah warga milik Khosiin, 52, di RT...

Demak dan Brebes Masuk Zona Merah

SEMARANG- DPRD mendorong Gubernur Jateng untuk mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) untuk menguatkan percepatan program "Stop Buang Air Besar Sembarangan" di Jateng. Hal ini cukup...

Berakhir Happy, Awalnya Grogi, Pusing, dan Mual

Sebanyak 314 mahasiswa baru Universitas Tidar (Untidar) mengikuti program bela negara di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Program ini untuk menumbuhkan kedisiplinan dan rasa cinta...

Muncul Wacana USBN Tingkat SD

"Kepala sekolah dan UPT diminta siap-siap. Dalam waktu dekat, akan ada pemberitahuan secara resmi.” Taufiq Nurbakin - Kepala Dinas P dan K Kota Magelang RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Dinas...

Target Banyak Gol di Laga Pemanasan

SEMARANG – PSIS akan melakoni laga ujicoba versus Persekap Kabupaten Pekalongan di Stadion Citarum Semarang sore nanti. Laga tersebut akan digunakan oleh coach Subangkit...

Top Skor Liga Libanon Merapat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perburuan pemain untuk menghadapi putaran kedua Liga Indonesia terus dilakukan oleh tim PSIS Semarang di masa bursa transfer saat ini. Tim...