JawaPos.com – Pelatih kepala tunggal putri baru PBSI Rionny Mainaky membeberkan hal mendasar yang harus diterapkan sektor tunggal putri jika ingin bisa berprestasi seperti Jepang. Berada cukup lama di Negeri Matahari Terbit, Rionny bisa melihat jelas kebiasaan-kebiasaan yang menjadi jurang pemisah antara para atlet putri Indonesia dan Jepang.

Kakak Rexy Mainaky itu menegaskan, karakter disiplin dan rajin para atlet Jepang sangat perlu diadopsi oleh Fitriani dan kawan-kawannya jika mereka ingin bersaing di level atas.

“Mereka telah membuktikan lewat satu kata: rajin. Ini yang paling penting,” kata Rionny, Sabtu (16/3).

Sebagai pembanding, Rionny menyebutkan empat atlet putri paling menonjol yang dimiliki Jepang: Akane Yamaguchi, Nozomi Okuhara, serta pasangan ganda putri Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Menurut Rionny, empat atlet putri tersebut adalah contoh ideal figur atlet putri kelas dunia.

“Mereka disiplin dan telaten. Semua menu latihan dilakukan dengan serius. Nggak malas, nggak manja, nggak sombong. Mereka punya karakter atlet yang bisa dibilang hampir sempurna,” ujar Rionny.

Rionny melanjutkan, ia bukannya tidak menilai Fitri dan kolega tidak memiliki unsur-unsur di atas. Hanya saja, kualitas mereka belum sebagus para atlet Jepang.

“Mereka rajin, tapi tinggal dibiasakan sabar. Konsentrasinya bisa lebih lama dan nggak mau nyerah walaupun sesulit apapun dalam lapangan. Yang penting harus rajin dan disiplin dulu. Latihan dan istirahat harus teratur,” ujar Rionny.

Editor           : Banu Adikara