JawaPos.com – Terjawab sudah sosok anyar pelatih kepala tunggal putri PBSI. Sesuai yang diperkirakan banyak orang, Rionny Mainaky resmi ditunjuk oleh PBSI untuk menangani Fitriani dan kawan-kawan terhitung April mendatang.

“Sudah diputuskan Rionny Mainaky menjadi pelatih utama tunggal putri. Resminya mulai melatih tanggal 1 April. Tapi di akhir bulan Maret ini, Rionny sudah ada di Cipayung,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, Jumat (15/3).

Susy menjelaskan, Rionny sendiri sebutulnya sudah dipanggil sejak bulan Januari lalu. Namun, lantaran masih terikat kontrak dengan Asosiasi Bulu Tangkis Jepang, PBSI harus menghormati Rionny hingga kontraknya selesai.

“Dengan dia masih terikat kontrak dengan Jepang, kami tidak mau mengganggu. Kami ada kode etik juga. Kami tidak mau kontrak Rionny dengan Jepang kemarin terganggu di tengah jalan. Kami dari PBSI dan Rionny juga sepakat hubungan kami dengan Jepang kedepannya akan tetap baik,” kata Susy.

Susy menuturkan, PBSI memilih Rionny karena melihat fakta melejitnya prestasi sektor putri Jepang, baik di nomor ganda maupun tunggal. Meski tidak fokus di sektor putri, namun metode kepelatihan Rionny yang sudah dengan standar Jepang diyakini bisa memberikan dampak yang sama kepada tunggal putri Indonesia.

“Kami tidak menutup mata kalau putri-putri Jepang saat ini bagus-bagus dan kuat. Sementara tunggal putri kami memang paling ketinggalan dibanding sektor lain. Kami mau menciptakan yang terbaik seperti di Jepang. Kami melihat karakter, tekad, semangat dari atlet-atlet Jepang. Ternyata kan ada Rionny di sana. Kami lakukan pendekatan dan akhirnya beliau setuju,” jelas Susy.

Background Rionny yang lama di Jepang kan sudah paham mengenai karakter dan kebiasaan atlet sana. Lalu juga untuk penanganan dia juga untuk semua lini. Sebelumnya di klub Jepang sudah memegang ganda campuran, tunggal putri, tunggal putra. Kebutuhan kami saat ini semuanya ada di Rionny. Kebetulan dia juga mau pulang ke Indonesia. Pas juga kontrak dia selesai. Saya pikir memang jodohnya,” sambung Susy.

Susy melanjutkan, sebetulnya PBSI sudah memantau beberapa kandidat yang dinilai cocok. “Sebelumnya sudah sempat ada beberapa nama, tapi mungkin belum sesuai. Yang kami mau ternyata belum pas, ada juga yang mengajukan diri tapi belum pas juga sama kami. Yang mengajukan diri sih ada banyak, lebih dari 10. Yang paling cocok adalah Rionny,” kata Susy lagi.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Isa Bustomi