Ketua Tim Penggerakan PKK Kota Semarang, Tia Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota, Drs Sapto Adi Nugroho,M.M, melihat olahan menu PKK. (SULISTIONO/RADARSEMARANG.COM)
Ketua Tim Penggerakan PKK Kota Semarang, Tia Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota, Drs Sapto Adi Nugroho,M.M, melihat olahan menu PKK

RADARSEMARANG.COM-SEMARANG- Hall kompleks Balaikota Semarang di Jalan Pemuda, Kamis pagi (14/3/19) dipenuhi beragam makanan yang menggugah selera. Puluhan jenis makanan yang tersaji rapi di tampah dan hasil olahan non beras itu merupakan hasil kreasi PKK 16 kecamatan se Kota Semarang. Makanan yang ditampilkan dalam apresiasi promosi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) itu diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang. Ketua tim Penggerak PKK Kota Semarang, Tia Hendrar Prihadi, yang berkeliling ke meja peserta mencoba mencicipi beberapa menu yang disajikan.

“ Wahh ini sate terbuat dari tempe ya, enak banget rasanya, gak kalah lezatnya dengan daging kambing atau ayam,” ucap perempuan yang akrab dipanggil Tia ini, usai mencicipi menu sate tempe yang ada didepannya.

Menu lainnya yang menggugah selera Tia adalah kue yang diolah dari ubi, dengan ragam warna warni yang menarik.

“Ini warna-warni dan rasanya enak, anak-anak yang tidak begitu suka makan ubi, pasti suka makan kue ini,” cetus Tia.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Drs. Sapto Adi Sugihartono, M.M kepada RadarSemarang.Com mengungkapkan kegiatan apresiasi B2SA ini merupakan upaya pihaknya untuk mengajak masyarakat mencintai pangan lokal.

“Ini juga percepatan penganekaragaman pangan dengan mulai mengurangi penggunaan beras sebagai karbohidrat dengan sumber daya lokal speerti umbi-umbian, sukun, jagung dan lain-lain,” tutur Sapto Adi Sugihartono.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang ini menambahkan, sumber pangan non beras ini mempunyai fungsi sama, karena mempunyai nilai gizi sumber energi yang tidak jauh dengan beras.

“Harapannya semoga konsumsi pangan warga Kota Semarang lebih beranekaragam dan mampu menaikkan pola pangan harapan di tahun 2020,” pungkas Sapto. (sls/svc/ap)