33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Turbulensi Etihad Airways Dijadikan Hoax Ethiopian Airlines

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

JawaPos.com – Sebuah video kepanikan penumpang di dalam pesawat menyebar di media sosial beberapa hari terakhir. Semakin menarik karena video itu diberi keterangan saat-saat terakhir korban kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737 Max-8.

Kabar tersebut beredar luas di Facebook sejak Senin, 11 Maret 2019. Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak beberapa penumpang berteriak dan saling berpelukan.

Namun, jika melihat video tersebut dengan saksama, kejanggalan sudah tampak sejak awal. Para penumpang berteriak melantunkan kalimat takbir dan tahlil. Lalu, tidak ada seorang pun penumpang yang menggunakan masker oksigen. Pada bagian pojok video kanan atas terdapat tulisan Dewi Rachmayani/netcj.co.id dan watermark media CNN.

Salah seorang penyebar video itu adalah pemilik akun Facebook Samuel Okwy Nnamani (fb.com/samuel.o.nnamani). Posting-an tersebut sudah dibagikan lebih 3.200 kali. Celakanya, banyak netizen yang percaya begitu saja dan membagikan ulang video itu. Padahal, Samuel sebenarnya menyebar hoax dengan mencomot rekaman peristiwa lain dari channel YouTube Official NET News.

Channel tersebut mengunggah video serupa pada 5 Mei 2016. Judulnya, Detik Detik Insiden Turbulensi Pesawat Etihad Airways – NET12. Video dengan durasi 2 menit 14 detik itu merekam suasana turbulensi pesawat dengan nomor penerbangan EY474 dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, pada 4 Mei 2016.

Guncangan di pesawat terjadi setelah tujuh jam meninggalkan Abu Dhabi. Saat turbulensi, pesawat tersebut berada di ketinggian 5.000 kaki di atas Pulau Sumatera. Pesawat itu membawa 262 penumpang, lima di antaranya anak-anak. Sebagian besar penumpang adalah jamaah umrah. Selengkapnya Anda dapat mengakses channel tersebut di bit.ly/SaatTurbulensi.

Portal emirates247.com juga merilis berita berjudul 31 hurt as turbulence hits Etihad flight. Berita yang terbit pada 5 Mei 2016 itu menjelaskan, 31 penumpang Etihad Airways terluka. Pihak maskapai juga mengunjungi penumpang yang dirawat di rumah sakit.

“Sebanyak 31 penumpang mengalami luka-luka. Sebanyak 22 di antaranya luka ringan dan langsung mendapatkan perawatan paramedis di bandara. Sembilan penumpang lainnya telah dibawa ke rumah sakit setempat,” tulis manajemen maskapai Etihad Airways dalam siaran persnya. Anda dapat mengakses berita tersebut di link ini bit.ly/31Lukaluka. 

FAKTA:

Video yang disebar akun Facebook Samuel bukan detik-detik menjelang jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines. Tapi rekaman suasana penumpang saat pesawat Etihad Airways mengalami turbulensi pada 4 Mei 2016.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (zam/c22/fat)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pastikan Ketersediaan Logistik

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Ada sekitar 1.000 warga korban banjir rob yang mengungsi di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Jumat (25/5) kemarin,...

Tas Ranting, Cara Asyik Belajar IPA

RADARSEMARANG.COM - IPA,  pelajaran yang kurang menarik. IPA, pelajaran yang membosankan. IPA, pelajaran yang sulit. Demikianlah, anggapan banyak peserta didik terhadap pelajaran IPA. Banyak...

Raperda Hiburan Ditarget Selesai Sebelum Lebaran

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Rancangan peraturan daerah (raperda) terkait hiburan (karaoke) dijanjikan selesai sebelum Lebaran tahun ini. Hal itu disampaikan sejumlah tokoh dan anggota DPRD...

Sahabat Mbak Rerie Gelar Layanan Kesehatan Gratis

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Koordinator Wilayah Partai Nasdem Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Rerie  Lestari Moerdijat  memberikan pelayanan kesehatan gratis di Desa Tuwang, Kecamatan...

Hendi Warning Pejabat

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberi warning keras kepada para pejabat di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang coba-coba ’bermain’ atau memotong...

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di Okinawa. Pak Jaya Suprana, semarnya...